RADARTUBAN - Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan bahwa Malaysia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang belum menerapkan kebijakan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di tengah krisis energi global saat ini.
Dalam wawancara dengan Edge Malaysia yang dikutip Bernama pada Sabtu (25/4), Anwar menarik ketersediaan bensin RON95 dengan harga RM 1,99 per liter atau setara Rp 8.658 jauh lebih murah dibandingkan negara tetangga yang mencapai Rp 45.685 per liter.
Dia membandingkan situasi ini dengan negara-negara ASEAN lain yang telah mengetatkan distribusi BBM, bahkan menutup ratusan SPBU akibat kekurangan pasokan.
Baca Juga: Perusahaan Terbesar Indonesia vs Malaysia April 2026, BCA Kokoh di Puncak Kapitalisasi Pasar
Anwar menjelaskan bahwa pemerintah Malaysia mengandalkan subsidi energi besar-besaran setiap bulan untuk menjaga harga tetap terjangkau bagi, termasuk masyarakat petani, nelayan, dan pelaku usaha.
Meski harga tenaga surya relatif tinggi, subsidi khusus diberikan untuk sektor-sektor vital guna mengurangi dampak krisis.
Pemerintah juga mengerahkan diplomasi energi agresif dan mengirimkan pesan ke pusat respons krisis untuk mengantisipasi dampak buruk global, termasuk mengimbau masyarakat agar bijak menyaring informasi hoaks dari media sosial.
Langkah ini membuat stok BBM Malaysia diklaim paling aman di kawasan ASEAN.
Klaim Anwar datang di tengah gelombang krisis pasokan BBM yang melanda Asia Tenggara akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah, memaksa beberapa negara menerapkan jatah ketat.
Meski demikian, Malaysia tetap menjaga harga RON95 sebagai salah satu yang terendah di dunia. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama