RADARTUBAN - Presiden Federasi Sepak Bola Palestina (PFA), Jibril Rajoub, menyampaikan komentar tegas setelah menolak berjabat tangan dengan pejabat Israel di Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada.
Insiden ini terjadi saat Presiden FIFA Gianni Infantino meminta keduanya bersalaman untuk menunjukkan perdamaian.
Kongres FIFA berlangsung pada Kamis (30/4) waktu setempat, di mana Infantino mengajak Rajoub dan Basim Sheikh Suliman, pejabat sepak bola Israel, naik panggung.
Rajoub menolak berjabat tangan karena menganggap Suliman sebagai pendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang bertanggung jawab atas penderitaan rakyat Palestina.
Baca Juga: PM Israel Netanyahu Didagnosis Kanker Prostat Stadium Awal, Tumor Kecil
Ia menegaskan tidak ada kesamaan antara dirinya dengan perwakilan Israel tersebut.
Rajoub mengkritik niat Infantino yang meski baik, tidak memahami konteks konflik.
"Infantino mencoba dengan niat baik berfoto atau berjabat tangan, namun perwakilan Israel bukan partner pantas," katanya kepada media, dikutip Middle East Eye.
Ia menyoroti pidato perwakilan Israel yang mengabaikan penderitaan Palestina dan menutupi keburukan pemerintahnya.
Rajoub tegaskan ia menolak berjabat tangan bagaimana bisa berjabat tangan atau berfoto dengan orang seperti itu?.
Insiden ini terkait banding PFA ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) atas penolakan FIFA sanksi Israel atas klub sepak bola di permukiman ilegal Tepi Barat.
Wakil Presiden PFA Susan Shalabi juga menegaskan penolakan itu karena Israel dituduh genosida dan fasisme.
Upaya Infantino dinilai sia-sia dan bertentangan dengan pesan Palestina di forum tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni