Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak, Iran Tawarkan Buka Jalur ke AS dengan Syarat

Ika Nur Jannah • Sabtu, 2 Mei 2026 | 12:03 WIB
Iran Tengah Ajukan proposal Baru Kepada Amerika Serikat. (pinterest.com)
Iran Tengah Ajukan proposal Baru Kepada Amerika Serikat. (pinterest.com)

RADARTUBAN - Iran kembali mengirimkan proposal terbaru kepada Amerika Serikat melalui saluran diplomasi tertutup, di tengah ketegangan yang masih membara soal Selat Hormuz. 

Upaya ini dilakukan untuk mengubah gencatan senjata sementara menjadi perdamaian berkelanjutan, meski jalur pelayaran strategis itu masih diblokir.

Konflik memanas sejak Iran menutup Selat Hormuz pada akhir Februari 2026 sebagai balasan atas serangan gabungan AS-Israel. 

Baca Juga: Presiden Iran Masoud Pezeshkian Imbau Warga Hemat Listrik di Tengah Ancaman Konflik

Selat ini mengalirkan sekitar 20 persen minyak dan gas dunia, membuat penutupannya memicu krisis energi global dengan ratusan kapal tanker terjebak. 

Gencatan senjata sementara berlaku sejak April, tapi akses pelayaran belum pulih sepenuhnya.

Proposal disampaikan lewat Pakistan sebagai mediator, menawarkan pembukaan Selat Hormuz dengan syarat AS cabut blokade laut terhadap kapal-kapal Iran. 

Teheran juga minta pembahasan program nuklir ditunda ke tahap selanjutnya, fokus dulu pada akhir perang dan pasokan energi. 

Rincian detail belum diungkap IRNA, tapi intinya tukar kepentingan untuk redakan ketegangan di Teluk Persia.

Presiden Donald Trump menegaskan blokade laut terhadap Iran tetap berlanjut, meski Gedung Putih akui menerima proposal tersebut. 

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt bilang Trump sudah bahas dengan tim keamanan nasional, tapi belum ada keputusan final. 

Trump sebelumnya batalkan kunjungan utusan ke Pakistan, anggap negosiasi sebelumnya sia-sia.

Penutupan berkepanjangan picu lonjakan harga minyak dunia dan gangguan rantai pasok. Industri pelayaran global khawatir, karena Selat Hormuz jadi rute krusial sejak 1968 via kesepakatan PBB. 

Jika proposal gagal, krisis bisa meluas ke komoditas lain seperti pupuk. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#blokade laut #proposal #iran #Amerika Serikat #selat hormuz