RADARTUBAN — Pergeseran jemaah haji asal Tuban menuju Makkah dimulai hari ini, Kamis (7/5). Kloter 26 menjadi rombongan pertama yang diberangkatkan pukul 07.00 waktu Arab Saudi (WAS).
Keberangkatan tersebut menandai dimulainya fase baru pelaksanaan ibadah haji bagi jemaah dari Bumi Ronggolawe setelah menyelesaikan rangkaian arbain di Madinah.
Selanjutnya, pergeseran dilakukan secara bertahap oleh kloter 27, 28, 29, hingga kloter 30. Dalam perjalanan menuju Makkah, seluruh jemaah dijadwalkan singgah di Bir Ali untuk mengambil miqot sekaligus memulai niat umrah wajib.
Kloter 27 dijadwalkan berangkat pada Kamis sore pukul 17.00 WAS. Sehari sebelum keberangkatan, seluruh jemaah mendapat pembekalan manasik umrah wajib.
Pembimbing ibadah kloter 27, Wahid Ahmad Ali, mengatakan materi yang diberikan meliputi teknis keberangkatan, pelaksanaan tawaf, sai, tahalul, hingga larangan selama ihram dan tata cara berdoa di Multazam.
“Hingga pagi ini, semua jemaah telah berkemas koper besar dan koper kecil. Semua harus sudah diturunkan dari kamar jemaah,” ujarnya.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem dan Padatnya Ibadah Picu Gangguan Kesehatan Jemaah Haji Tuban di Madinah
Pergeseran hari kedua, Jumat (8/5), diawali keberangkatan kloter 28 pukul 07.00 WAS.
Ketua Kloter 28 Misbahul Munir mengatakan, sehari sebelum keberangkatan, petugas kloter memberikan sosialisasi kepada ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom). Tujuannya agar para jemaah mengurangi aktivitas fisik berlebihan menjelang perjalanan panjang menuju Makkah.
Selain itu, seluruh jemaah diminta segera menyelesaikan proses pengepakan barang. Koper bagasi dijadwalkan diangkut menuju Makkah mulai pukul 24.00.
Munir juga mengimbau jemaah menyiapkan bekal makanan dan minuman sendiri selama perjalanan yang diperkirakan memakan waktu lima hingga enam jam.
“Dalam pergeseran selama 5-6 jam tersebut, tidak disediakan jatah makan dari catering,” ujar guru MAN 1 Tuban itu.
Menjelang keberangkatan, tim medis kloter 28 juga menangani seorang jemaah yang mengalami keluhan mual dan muntah.
“Jemaah ini langsung ditangani tim medis,” katanya.
Sementara itu, kloter 29 dijadwalkan bergeser menuju Makkah pada Jumat pukul 11.00 WAS.
Sehari sebelumnya, petugas kloter mengumpulkan seluruh karom dan karu di sekitar Gate 340 Masjid Nabawi untuk memastikan kesiapan jemaah.
Ketua Kloter 29 Wakid Evendi mengatakan, petugas juga melakukan inventarisasi jemaah pengguna kursi roda beserta pendampingnya. Termasuk menyiapkan formasi jemaah saat menjalani tawaf dan sai di Masjidil Haram.
“Mitigasi ini harus kita siapkan jauh hari sebelumnya,” ujarnya.
Dokter kloter 29, Ririn Puji Rahayu, turut memberikan pengarahan terkait pembagian kursi bus selama perjalanan. Menurut dia, jemaah lansia, disabilitas, dan perempuan diprioritaskan menempati kursi bagian depan.(*)
Editor : Dwi Setiyawan