RADARTUBAN - Pemerintah Amerika Serikat mengklaim berhasil menyita aset mata uang kripto yang terkait dengan Iran dengan nilai mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,8 triliun. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya Washington untuk menekan sumber pendanaan yang diduga terhubung dengan Teheran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan penyitaan tersebut telah dilakukan terhadap sejumlah aset digital milik pihak-pihak yang berafiliasi dengan Iran.
"Saya yakin kami telah merampas aset kripto mereka senilai sekitar 1 miliar dolar," ujar Bessent pada Jumat.
Dia menggambarkan operasi tersebut sebagai tindakan langsung terhadap akses keuangan pihak yang menjadi target.
Baca Juga: Siapkan Kanal Pengaduan Terpadu untuk Kasus Blockchain dan Kripto
"Kami seperti langsung mengambil dompet mereka," katanya.
Menurut Bessent, sebagian pemilik aset bahkan disebut tidak menyadari bahwa akses terhadap dompet digital mereka telah diambil alih oleh otoritas AS.
"Sebagian dari mereka mungkin masih mengetik saat ini, dan sadar kalau mereka tidak sadar dompet mereka sudah diambil," ujarnya.
Selain penyitaan aset kripto, Departemen Keuangan AS juga tengah memperluas koordinasi dengan sejumlah negara sekutu, khususnya di kawasan Eropa, untuk mengidentifikasi dan mengambil alih aset lain yang diduga terkait dengan Iran.
"Kami bekerja sama dengan sekutu-sekutu di seluruh Eropa untuk merampas vila-vila, rumah-rumah, dan properti," kata Bessent.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan aset yang menurutnya berasal dari dana yang semestinya menjadi hak rakyat Iran.
"Aset-aset tersebut berasal dari uang yang dicuri dari rakyat Iran," ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Bessent juga mengklaim bahwa fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg saat ini tidak lagi beroperasi akibat blokade maritim yang dilakukan Amerika Serikat.
Lebih lanjut, ia menyebut tindakan Iran terhadap negara-negara Teluk justru berdampak negatif bagi posisi diplomatik Teheran. Menurutnya, sejumlah negara di kawasan kini menjadi mitra penting Washington dalam upaya menekan Iran melalui instrumen keuangan.
Bessent menambahkan bahwa kerja sama tersebut memungkinkan Amerika Serikat untuk mengambil langkah lebih lanjut, termasuk membekukan rekening perbankan yang terhubung dengan Iran di kawasan tersebut.(*)
Editor : Yudha Satria Aditama