Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Meteor Meledak di Langit Amerika Serikat, Energi Setara 300 Ton TNT Picu Dentuman Keras dan Kepanikan Warga

Amaliya Syafithri • Selasa, 2 Juni 2026 | 07:41 WIB
Ilustrasi meteor. (RADARTUBAN/AI)
Ilustrasi meteor. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN - Sebuah peristiwa astronomis yang sangat mengejutkan sekaligus menegangkan baru saja terjadi di wilayah udara Amerika Serikat bagian timur. 

Sebuah batuan luar angkasa berukuran masif dilaporkan memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan sangat tinggi dan menghasilkan ledakan bola api (fireball) yang luar biasa terang. 

Berdasarkan analisis data komparatif yang dirilis oleh badan antariksa gabungan, kekuatan energi kinetik yang dihasilkan saat meteor tersebut terfragmentasi dan meledak di udara diperkirakan setara dengan daya ledak 300 ton bahan peledak TNT.

Ledakan masif di lapisan atmosfer atas ini memicu kepanikan massal di kalangan warga lokal di beberapa negara bagian. 

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Prefektur Shimane Jepang, Japan Meteorological Agency Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Banyak saksi mata melaporkan melihat kilatan cahaya putih kebiruan yang sangat menyilaukan mata, membelah langit malam selama beberapa detik sebelum akhirnya disusul oleh suara dentuman menggelegar (sonic boom) yang cukup keras hingga menggetarkan kaca-kaca jendela rumah. 

Sistem sensor infrasonik khusus yang dirancang untuk mendeteksi gelombang suara frekuensi rendah bahkan mencatat bahwa getaran dari ledakan meteor ini setara dengan dampak gempa tektonik kecil di permukaan bumi.

Para ilmuwan dari divisi pengamatan benda dekat bumi menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan contoh klasik dari jatuhnya meteoroid berukuran beberapa meter yang mengalami tekanan ram (ram pressure) sangat hebat saat menembus lapisan udara bumi yang padat. 

Tekanan udara yang terperangkap di bagian depan batuan membuatnya memanas hingga ribuan derajat celsius dan akhirnya pecah secara eksplosif dalam sebuah peristiwa bolide. 

Meskipun menghasilkan energi ledakan yang mengerikan, beruntung peristiwa ini terjadi di ketinggian puluhan kilometer dari permukaan tanah, sehingga sebagian besar material batu telah habis terbakar menjadi debu kosmik dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang berarti. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#meteor #Amerika Serikat #antariksa #luar angkasa