RADARTUBAN - Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dengan tegas menegaskan perjanjian damai yang telah ditandatangani oleh Presiden Donald Trump antara Washington dan Iran.
Pence berpendapat bahwa isi perjanjian tersebut dapat berjalan hidup bagi rezim Iran dan menunjukkan pendekatan yang terlalu lembek terhadap Teheran.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Pence, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Trump di periode pertama, menyatakan bahwa ketentuan awal dari perjanjian itu buruk.
"Ini pada dasarnya bisa menjadi jalan hidup bagi rezim Iran," ungkap Pence, seperti yang diberitakan oleh Newsweek.
Baca Juga: Amerika Serikat dan Iran Gelar Perundingan Final di Swiss, Bahas Nuklir dan Sanksi
Ia juga mengkritik kesepakatan tersebut sebagai kebijakan berbahaya dalam penanganan konflik terhadap Iran.
Kesepakatan damai antara AS dan Iran ditandatangani pada 17 Juni 2026 yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Dalam perjanjian tersebut, Teheran berjanji untuk mengurangi stok uranium yang sangat memperkaya di Iran, sementara Washington berjanji mencabut sanksi ekonomi yang telah menjamin ekonomi Iran.
presiden Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani perjanjian awal untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, membuka kembali Selat Hormuz, serta melanjutkan pembicaraan damai.
Pence yang sempat menjabat sebagai Wakil Presiden Trump dari tahun 2017 hingga 2021, menunjukkan sikap yang sangat berbeda dengan pendekatan Trump terhadap Iran.
Kecamannya ini mencerminkan perpecahan dalam kalangan politik AS mengenai bagaimana seharusnya hubungan dengan Teheran.
Ia juga menyatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan langkah yang terlalu lunak dan tidak memberikan jaminan keamanan yang cukup bagi kepentingan AS di kawasan Timur Tengah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni