Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

AS-Iran Teken Kesepakatan Damai, Teheran Tukar Uranium dengan Pencabutan Sanksi

Ika Nur Jannah • Jumat, 19 Juni 2026 | 10:05 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump. (Instagram @potus)
Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump. (Instagram @potus)

RADARTUBAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Iran telah menandatangani perjanjian damai yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah. 

Kesepakatan ini ditandatangani pada (17/6) saat jamuan makan malam bersama presiden Prancis Emmanuel Macrin di istana Versailles setelah KTT G7.

Hal tersebut menjadi titik penting dalam upaya mengurangi ketegangan nuklir antara kedua negara.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan bahwa dokumen telah diselesaikan melalui tanda tangan secara elektronik dan jarak jauh kedua presiden.

"Ketika teks tersebut ditandatangani oleh penjabat tertinggi kedua negara, pelanggarannya secara alami akan memiliki konsekuensi lebih besar, dan berdasarkan pengalaman kami, kami memilih agar hal ini terjadi," Kata Esmaeil Bagaei.

Baca Juga: Iran Sebut Kesepakatan Damai dengan AS Rampung, Penandatanganan Dijadwalkan 19 Juni di Swiss

AS juga akan membantu memfasilitasi dana rekonstruksi senilai 300 Miliar dolar AS atau senilai RP 5.355 Triliun yang mendapat dukungan dari negara-negara kawasan.

Dalam perjanjian tersebut, Teher menyetujui untuk mengurangi stok uranium yang sangat diperkaya di Iran. 

Sebagai ketidakseimbangan, Washington berkomitmen mencabut sanksi ekonomi yang telah membebani ekonomi Iran selama bertahun-tahun.

Menurut Trump, Iran akan tetap dibatasi hanya untuk pengayaan uranium tingkat rendah yang tidak dapat digunakan untuk kepentingan militer. 

Iran tidak akan mendapatkan sanksi pelonggaran atau pencairan aset yang dibekukan sampai mereka memenuhi komitmen dalam perjanjian tersebut.

Rancangan perjanjian mencakup berbagai poin penting, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian operasi militer, hingga pelepasan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS yang selama ini penutupan AS.

AS akan mencabut blokade maritim di pelabuhan-pelabuhan Iran dan memberikan sanksi kelonggaran agar Teheran dapat kembali menjual minyak mentahnya ke pasar internasional. 

Washington juga akan mulai mencairkan miliaran dolar aset Iran dan memberikan sanksi pelonggaran terhadap ekspor minyak Iran sebagai ketidakseimbangan atas pembukaan kembali Selat Hormuz.

Meski kesepakatan telah tercapai, warga Iran belum sepenuhnya yakin bahwa perdamaian benar-benar tiba. Banyak warga Teheran yang masih skeptis terhadap komitmen kedua negara untuk mengakhiri perang secara permanen.

Kesepakatan damai ini diharapkan dapat menghentikan perang secepat mungkin dan secara permanen di wilayah Timur Tengah. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#perjanjian damai #iran #selat hormuz #konflik #donald trump