RADARTUBAN - Harga minyak mentah turun lebih dari 2 persen setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik.
Kesepakatan damai antara kedua negara tersebut telah membuka kembali Selat Hormuz dan pencabutan sanksi terhadap Iran, yang berpotensi meningkatkan pasokan minyak di seluruh dunia.
Menurut laporan dari Reuters, harga minyak mentah Brent merosot sebesar 1,85 dolar AS atau 2,33 persen, menjadi 77,90 dolar AS per barrel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun 1,89 dolar AS atau 2,46 persen, mencapai 74,90 dollar AS per barrel.
Baca Juga: Golkar Ungkap Harapan Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran-AS Damai
Penurunan harga minyak ini terjadi karena pasar menyambut positif kesepakatan damai AS-Iran yang membuka jalan bagi normalisasi lalu lintas energi di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
"Potensi pembukaan kembali selat hormuz.menghilangkan premi risiko besar yang sebelumnya melekat pada harga minyak akibat terganggunya sekitar 20 persen aliran minyak global," ujar analisis senior price futures Group Phil Flynn.
Phil Flynn mengatakan bahwa pihak normalisasi penuh membutuhkan waktu untuk asuransi, perbaikian, dan pelanggaran sanksi.
"Bagian pihak mengatakan normalisasi penuh mungkin memerlukan waktu beberapa bekal untuk urusan asuransi, perbaikan, dan pelanggaran sanksi. Namun arahannya sudah jelas, dan sejauh ini skenario paling pesimistis terbukti terlalu pesimis," tambahanya.
Harga breng diperjualbelikan di kisaran 60 - 70 dollar AS per barel sekitar dua bulan pertama 2026.
Pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran berpotensi meningkatkan pasokan minyak global, sehingga mendorong harga minyak turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni