Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Minyak Dunia Kembali Naik Tipis Usai Perundingan AS–Iran di Swiss Batal

Siti Rohmah • Minggu, 21 Juni 2026 | 11:02 WIB
Ilutrasi minyak dunia. (Pinterest)
Ilutrasi minyak dunia. (Pinterest)

RADARTUBAN - Harga minyak mentah dunia ditutup menguat pada perdagangan Jumat (19/6) setelah rencana perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Swiss dibatalkan.

Berdasarkan data Investing, harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,7 persen menjadi USD 80,57 per barel pada perdagangan Jumat (19/6).

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat bergerak melemah tipis 0,1 persen ke level USD 76,51 per barel.

Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi bahwa perundingan AS–Iran yang semula direncanakan digelar di Bürgenstock pada hari Jumat resmi dibatalkan dan tidak akan dilaksanakan sesuai jadwal.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Turun ke 77,69 Dollar AS, Pasar Sambut Damai AS-Iran

Gedung Putih juga menyampaikan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan kunjungan ke Swiss dengan alasan adanya kendala logistik yang belum terselesaikan terkait agenda perundingan tersebut.

Sebelumnya, Vance menyebut bahwa kapal-kapal tanker yang membawa lebih dari 12 juta barel minyak telah melintasi Selat Hormuz pada malam sebelumnya. 

Dia juga menyatakan bahwa Iran tidak melakukan serangan terhadap kapal di jalur strategis tersebut selama dua malam berturut-turut.

“Untuk malam kedua berturut-turut, Iran tidak menembaki kapal mana pun di Selat Hormuz. Sejauh ini, mereka mematuhi bagian komitmen yang menjadi tanggung jawab mereka,” ujar Vance, dikutip dari CNBC.

Diketahui, rancangan nota kesepahaman yang batal tersebut memuat 14 poin kesepakatan awal untuk membuka masa negosiasi selama 60 hari.

Dalam periode itu, Iran direncanakan memberikan akses bebas biaya bagi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dan gas dunia, dengan target pemulihan penuh dalam 30 hari.

Kesepakatan tersebut juga menunda pembahasan isu yang lebih kompleks, termasuk program nuklir Iran, serta mencakup rencana dukungan pendanaan sekitar USD 300 miliar dari Amerika Serikat dan mitra terkait untuk pemulihan ekonomi Iran.

Jika kesepakatan berhasil dijalankan dan Selat Hormuz kembali dibuka penuh, kondisi pasar minyak global diperkirakan dapat berbalik dari potensi krisis pasokan menjadi surplus signifikan pada tahun 2027.

Badan Energi Internasional (IEA) bahkan memperkirakan pasokan minyak global akan melampaui permintaan hingga 5,05 juta barel per hari pada tahun depan, seiring kembalinya pasokan dari kawasan Timur Tengah ke pasar internasional.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#iran #swiss #Amerika Serikat #minyak dunia