Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Super El Nino Ancam Asia Tenggara, Risiko Kabut Asap Lintas Negara Meningkat Tajam

Amaliya Syafithri • Senin, 29 Juni 2026 | 07:54 WIB
Ilustrasi polusi kabut asap. (RADARTUBAN/AI)
Ilustrasi polusi kabut asap. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN - Dampak nyata dari perubahan iklim global kian menunjukkan alarm kewaspadaan yang semakin mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup manusia. 

Berdasarkan laporan pemantauan cuaca dan analisis dari berbagai lembaga riset iklim regional, ancaman terjadinya bencana kabut asap lintas negara yang parah di kawasan Asia Tenggara dilaporkan mengalami lonjakan risiko yang sangat tajam sepanjang tahun ini. 

Pemicu utama di balik potensi krisis lingkungan tersebut tidak lain adalah kemunculan fenomena cuaca ekstrem yang dikenal sebagai Super El Nino.

Fenomena Super El Nino ini membawa konsekuensi berupa pergeseran pola curah hujan yang menyebabkan musim kemarau di sebagian besar wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia, menjadi jauh lebih kering dan berlangsung dalam durasi yang jauh lebih panjang dari siklus normal biasanya. 

Baca Juga: El Nino Godzilla Ancam Jawa Timur, 815 Desa dan 921 Ribu Hektare Lahan Berisiko Kekeringan Parah

Kondisi kekeringan yang sangat ekstrem ini membuat kawasan hutan, lahan gambut, serta area perkebunan menjadi sangat rentan terpicu mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hebat, baik karena faktor alamiah suhu panas maupun akibat aktivitas kelalaian manusia.

Ketika kebakaran lahan gambut telah meluas dan sulit dikendalikan, jutaan ton material partikulat berbahaya akan terlepas ke lapisan atmosfer bumi. 

Asap tebal yang membawa polutan beracun tersebut kemudian akan dengan sangat mudah terbawa oleh embusan angin monsun, melintasi batas-batas wilayah kedaulatan negara, dan menyelimuti negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, hingga wilayah Thailand bagian selatan.

Akibat lonjakan risiko yang begitu masif ini, beberapa lembaga studi terkait di kawasan regional bahkan telah menaikkan status kewaspadaan kabut asap ke tingkat tertinggi mereka. 

Langkah-langkah mitigasi yang cepat, terpadu, serta kolaborasi penegakan hukum lintas negara mutlak diperlukan secepat mungkin demi melindungi kesehatan jutaan penduduk dari ancaman penyakit saluran pernapasan kronis serta mencegah kelumpuhan aktivitas roda ekonomi di kawasan Asia Tenggara sebelum memasuki puncak kemarau. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#super el nino #asia tenggara #kabut asap #iklim global