RADARTUBAN - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali melontarkan pernyataan Terhadap Iran. Ia mengklaim dirinya bisa saja menghabisi seluruh pemimpin Iran, namun memilih untuk tidak melakukannya.
Pernyataan itu disampaikan saat jutaan warga Iran berkumpul dalam prosesi pemakaman Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ditaheran.
Trump menyebut para petinggi Iran berkumpul di satu lokasi saat pemakaman, sehingga menurutnya mereka menjadi sasaran yang mudah.
Meski begitu, ia mengatakan serangan semacam itu tidak dilakukan karena setelah itu tidak akan ada lagi pihak yang bisa diajak bernegosiasi.
Baca Juga: Donald Trump Kritik Serangan Israel di Lebanon Saat KTT G7, Soroti Banyaknya Korban Sipil
"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan dan kami bisa menghabisi mereka semua, tetapi kami tidak akan melakukannya karena nanti kami tidak punya siapapun untuk diajak bernegoisasi," Ujar Trump saat wawancara dengan Axios.
Kedutaan besar Iran di Armenia, membalas komentar itu melalui media sosial X. Dalam munggahnya ia menyebut room tidak memahami perasaan rakyat Iran karena tidak memiliki peradaban, sejarah, maupun kehormatan.
Sementara, Pemimpin baru Iran, Motjaba Khamanei, belum pernah menunjukkan di depan publik maupun merilis foto terbaru.
Berdasarkan laporan The New York Times para aparat keamanan Iran menolak permintaan mujabah untuk menghadiri pemakaman ayahnya di Mashhad pada (9/7), sebab khawatir Israel dapat membunuhnya atau melacak lokasi persembunyiannya.
Pernyataan itu memicu perhatian karena kembalinya ketegangan yang tinggi antara Washington dan Teheran. ucapan Trump muncul di tengah suasana duka dan seruan balas dendam dari warga Iran dalam prosesi pemakaman Khamenei. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni