RADARTUBAN-Wanita yang haid pertamanya lebih awal mengalami menopause lebih cepat dibandingkan mereka yang haid pertamanya lebih lambat, dipastikan mitos!
"Mitos ya kalau menstruasinya cepat, menopause-nya lebih cepat," ujar dokter spesialis obsgin Ni Komang Yeni Dhana Sari, sebagaimana dikutip dari Antara.
Yeni menjelaskan, wanita saat dilahirkan sudah membawa jumlah folikel atau sel telur sendiri. Jumlahnya pun beragam antara satu wanita dengan lainnya.
Ada yang memiliki 500.000, 750.000, atau 1.000.000 folikel. Folikel ini akan keluar sebulan sekali waktu menstruasi.
Karena itu, dia menekankan bahwa waktu haid pertama tak menentukan seorang wanita mengalami menopause lebih cepat atau lebih lambat.
"Kalau dia membawa folikel yang jumlahnya banyak ya dia akan menopause yang lebih lambat dibandingkan mereka yang terlahir dengan jumlah folikel lebih sedikit," kata dokter lulusan Universitas Indonesia itu.
Menopause merupakan berakhirnya siklus menstruasi secara alami yang biasanya terjadi saat seorang wanita memasuki usia 45 tahun hingga 55 tahun.
Menopause terjadi dini bila terjadi di bawah usia 40 tahun.
Menurut Yeni, sebenarnya menopause dini sangat jarang terjadi.
Gaya hidup seperti kurangnya istirahat, stres berlebihan, olahraga yang minimal, suplementasi makanan yang tidak baik, kebiasaan merokok, dan konsumsi minuman beralkohol bisa mempercepat terjadinya menopause.
"Mungkin juga ada penyakit-penyakit tertentu seperti kanker, terapi atau obat-obatan untuk kanker bisa mematikan indung telur yang menyebabkan menopause dini," kata wakil ketua Perkumpulan Menopause Indonesia Cabang Jakarta Raya itu.
Yeni menyebut, wanita di bawah usia 35 tahun atau 40 tahun umumnya memiliki kadar estrogen dalam batas normal atau cukup.
Mereka juga seharusnya haid teratur. Penyebab haid tidak teratur, antara lain, gangguan, termasuk berat badan berlebihan, konsumsi makanan yang tidak baik, dan tidak berolahraga.
Yeni memastikan, tak ada hubungan antara kejadian menstruasi tak teratur dengan kejadian menopause.
"Tidak ada hubungan dengan menopause. Kecuali lifestyle-nya enggak bagus, haid sudah tidak teratur, lalu tidak diobati. Jadinya enggak menstruasi terus," ujarnya. (ds)
Editor : Amin Fauzie