RADARTUBAN-Waspadai demam yang tiba-tiba meninggi disertai pegal, linu, nyeri otot, dan nyeri di belakang mata atau mual! Sangat mungkin itu demam berdarah.
Gejala terjadinya demam berdarah dengue (DBD) tersebut disampaikan dokter spesialis penyakit dalam Leonard Nainggolan.
"Yang tadinya anteng-anteng saja tetapi tiba-tiba demam tinggi, kalau itu disertai gejala pegal, linu, nyeri otot, nyeri di belakang mata atau mual, itu sangat dicurigai demam berdarah," ujar dia dalam diskusi bertema Waspada Penyakit DBD yang disiarkan daring, Selasa (24/10), sebagaimana dikutip dari Antara.
Leonard menerangkan, demam penderita DBD bisa mencapai 39 derajat Celcius. Kondisi tersebut bisa berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari. Setelah itu, turun dengan cepat.
Gejala lain yang muncul pada penderita DBD adalah ruam kulit kemerahan, kesulitan menelan makanan dan minuman, mual, muntah, gusi berdarah, mimisan, timbul bintik-bintik merah pada kulit, muntah darah, dan buang air besar berwarna hitam.
Menurut dia, orang-orang yang perlu dicurigai menderita DBD terutama bila tetangganya terkonfirmasi atau terdiagnosis demam berdarah.
Leonard menyebut DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang biasanya aktif sekitar pukul 10.00-14.00 atau 15.00. "Kalau malam atau sore, kemungkinan nyamuk demam berdarah itu lebih kecil dibandingkan siang hari," kata dokter spesialis penyakit dalam itu.
Dia memberikan sejumlah kiat demi terhindar dari gigitan nyamuk penyebab DBD, antara lain, menguras tempat penampungan air, menutup wadah-wadah penampungan air, mengubur barang-barang bekas, menjaga kebersihan rumah, dan menggunakan losion atau obat nyamuk.
Selain itu disarankan pula mengenakan pakaian berlengan panjang, terutama saat kasus DBD muncul. Kalau perlu menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai (sereh) dan zodia.
"Kalau ada baju yang sudah dipakai keluar, kalau bisa langsung dimasukkan ke tempat cucian dan ditutup. Jangan digantung. Kalau digantung, usahakan ditaruh di lemari," tutur Leonard.
Menurut Kementerian Kesehatan, pada fase kritis, suhu tubuh penderitanya menurun. Meski pasien merasa seperti sudah sembuh, namun pada fase ini perlu diwaspadai karena dapat terjadi sindrom syok dengue yang dapat mengancam jiwa.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri