Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

WHO Mengklaim Metode Kanguru Lebih Baik dari Inkubator, Kemenkes Mulai Sosialisasikan kepada Nakes

Dwi Setiyawan • Sabtu, 18 November 2023 | 17:59 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Metode inkubator yang selama ini diterapkan terhadap bayi prematur ternyata kurang efektif. Sebagai gantinya, organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) merekomendasikan metode kanguru untuk menangani bayi yang lahir prematur dan dengan berat badan lahir rendah.


‘’Metode kanguru dinilai lebih baik daripada inkubator," kata Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu Anak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lovely Daisy dalam gelar wicara terkait prematuritas dan BBLR yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (17/11), dikutip dari Antara.


Daisy mengatakan, penerapan metode kanguru terinspirasi dari cara induk kanguru menghangatkan bayi dengan memasukkan bayi ke dalam kantong pada tubuhnya.
Dia menerangkan, penerapan teknis metode kanguru adalah meletakkan bayi di dada ibu agar tenang.

‘’Kalau bayi tenang, maka energinya tidak banyak terbuang dan menyusui lebih gampang. Otomatis nutrisi dapat, bayi tenang, terhindar dari infeksi, dan tumbuh kembangnya menjadi baik," jelasnya.


Merujuk rekomendasi WHO, kata dia, metode kanguru juga dapat menghangatkan bayi sekaligus membantu membangun ikatan ibu dan bayi. Kelebihan lain dari metode ini, lanjut dia, mudah dilakukan dan murah.


"Jadi, bisa langsung bawa pulang (bayinya) asal stabil, dan tidak perlu inkubator untuk merawat bayinya," kata dia.


Daisy mengemukakan, pemerintah mengupayakan pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan bagi tenaga kesehatan (nakes) terkait penerapan metode kanguru dalam penanganan bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah.


Dalam metode kanguru, kata dia, orang tua tetap harus memperhatikan pemenuhan kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang bayi prematur maupun bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). "Tumbuh kembangnya harus dipantau rutin baik di rumah, puskesmas, posyandu, atau rumah sakit," katanya.


Sebelum rekomendasi penerapan metode kanguru, kata Daisy, perlakuan terhadap bayi prematur adalah memasukkan ke dalam inkubator untuk menjaga kehangatannya sekaligus menjaga bayi yang mengalami hipotermia dan suhu tubuh mudah turun.(ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#daring #Gampang #Inkubator #jakarta #WHO #kanguru #penanganan #sosialisasi #nakes #Kemenkes #ibu #bayi #kantong #hipotermia #energi