Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cacing Purba Hidup Lagi Setelah 46.000 Tahun Beku di Siberia, Rahasianya Ada di Cryptobiosis

Ika Nur Jannah • Kamis, 27 Februari 2025 | 13:35 WIB
Potret cacing purba.
Potret cacing purba.

RADARTUBAN - Penemuan mengejutkan datang dari Siberia, di mana para ilmuwan berhasil menghidupkan kembali cacing purba yang telah membeku selama 46 ribu tahun di lapisan permafrost.

Cacing tersebut, yang berasal dari spesies Panagrolaimus kolymaensis, menunjukkan kemampuan luar biasa untuk bertahan hidup dalam kondisi ekstrem melalui mekanisme biologis khusus yang disebut cryptobiosis.

Apa Itu Cryptobiosis?
Cryptobiosis adalah keadaan "mati suri" di mana organisme menghentikan seluruh proses metabolisme tubuhnya sebagai respons terhadap lingkungan yang tidak mendukung kehidupan, seperti suhu ekstrem, kekeringan, atau kekurangan oksigen.

Dalam kondisi ini, aktivitas biologis cacing benar-benar terhenti, memungkinkan mereka bertahan selama ribuan tahun hingga kondisi lingkungan kembali mendukung.

Cacing ini ditemukan pada kedalaman 40 meter di bawah tanah beku Siberia dekat Sungai Kolyma. Analisis radiokarbon pada material di sekitarnya menunjukkan bahwa cacing tersebut berasal dari era Pleistosen akhir, sekitar 45.839 hingga 47.769 tahun lalu.

 

Bagaimana Cacing Bisa Hidup Kembali?
Proses penghidupan kembali dilakukan dengan mencairkan cacing dari es dan memberinya makanan serta air di laboratorium.

Setelah itu, cacing mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan bahkan mampu berkembang biak. Para ilmuwan berhasil mereproduksi hingga 100 generasi dari spesies ini sejak pencairannya.

Kemampuan luar biasa ini diperkirakan terkait dengan produksi senyawa seperti trehalosa, sejenis gula yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan selama proses pembekuan. Mekanisme ini juga ditemukan pada spesies lain seperti Caenorhabditis elegans, yang memiliki jalur biokimia serupa.


Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang adaptasi dan evolusi makhluk hidup dalam menghadapi kondisi ekstrem. Selain itu, penelitian terhadap cryptobiosis dapat membuka peluang untuk:

Konservasi spesies: Memahami mekanisme ini dapat membantu melindungi spesies yang terancam punah.

Penyimpanan biologis: Mengembangkan metode kriopreservasi untuk menyimpan jaringan atau organ manusia dalam jangka panjang.

Studi evolusi: Memperpanjang waktu generasi suatu spesies dapat membantu memahami proses pembentukan kembali garis keturunan yang telah punah134.

Adakah Organisme Lain dengan Kemampuan Serupa?
Selain nematoda seperti P. kolymaensis, beberapa organisme lain juga memiliki kemampuan bertahan hidup dalam kondisi ekstrem melalui cryptobiosis, seperti tardigrade (beruang air) dan rotifera.

Bahkan bakteri tertentu diketahui mampu bertahan hingga jutaan tahun dalam kondisi serupa.

Penemuan ini tidak hanya mencengangkan dunia ilmiah tetapi juga membuka pintu bagi penelitian lebih lanjut tentang bagaimana kehidupan bisa bertahan dalam kondisi paling keras sekalipun.

Dari cacing purba ini, kita belajar bahwa kehidupan memiliki cara luar biasa untuk terus bertahan melampaui batas waktu dan lingkungan.

Editor : Yudha Satria Aditama
#Ekstrem #cacing purba #mati suri #Cryptobiosis