RADARTUBAN - Anjuran untuk mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa selalu populer setiap bulan Ramadan. Tapi jika berlebihan, ternyata berbahaya.
Mengonsumsi makanan manis saat berbuka memang dianjurkan untuk membantu mengembalikan kadar gula darah yang menurun selama berpuasa.
Oleh karena itu, takjil dengan rasa manis kerap menjadi pilihan utama saat berbuka.
Namun, dokter spesialis penyakit dalam, dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, mengingatkan bahwa meskipun makanan manis dianjurkan, konsumsi berlebihan tetap harus dihindari, terutama bagi penderita penyakit metabolik seperti diabetes.
"Pada prinsipnya memang disarankan atau di sebagian mewajibkan itu berbukalah dengan yang manis, boleh. Tetapi hati-hati pada kasus-kasus dengan pengidap mungkin diabetes. Jadi usahakan buka puasa itu manis ya, tetapi juga jangan berlebih," katanya.
Selain makanan manis, dr. Aru Ariadno juga menekankan bahwa konsumsi makanan tinggi kalori sebaiknya tidak berlebihan. Pasalnya, asupan kalori dan gula yang berlebihan tidak hanya dapat mengganggu sistem pencernaan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan metabolik seperti diabetes dan hipertensi.
Sebagai alternatif yang lebih sehat, dr. Aru menyarankan untuk berbuka dengan kurma dalam jumlah wajar, yaitu sekitar satu hingga lima butir.
Mengacu pada berbagai literatur, ia menjelaskan bahwa kurma memiliki manfaat dalam membantu menstabilkan kadar gula darah yang menurun selama berpuasa. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama