Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sering Pegal Tak Kunjung Hilang? Bisa Jadi Tanda Saraf Terjepit, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Alifah Nurlias Tanti • Sabtu, 31 Mei 2025 | 19:21 WIB

Ilustrasi saraf terjepit
Ilustrasi saraf terjepit

RADARTUBAN- Saraf terjepit atau dalam istilah medis disebut pinched nerve merupakan kondisi yang umum namun sering diabaikan.

Gejalanya tidak hanya menimbulkan rasa pegal biasa, tetapi juga bisa berkembang menjadi keluhan serius.

Seperti contohnya nyeri menjalar, kesemutan, rasa lelah berkepanjangan, hingga sensasi seperti tersetrum dan mati rasa di area tubuh tertentu.

Menurut dr. Irca Ahyar, Sp.N, spesialis neurologi dari DRI Clinic, gejala tersebut biasanya muncul di bagian tubuh yang terhubung langsung dengan saraf yang mengalami tekanan, khususnya di sepanjang tulang belakang.

“Misalnya, jika saraf yang tertekan berada di punggung bawah, keluhan bisa menjalar ke pinggang, paha, hingga ke ujung jari kaki,” jelas dr. Irca (30/5).

Salah satu tanda paling umum dari saraf terjepit adalah pegal yang terus-menerus muncul di titik yang sama.

Baca Juga: Studi Menunjukkan Diabetes Saat Hamil Tingkatkan Risiko Autisme dan Gangguan Saraf pada Anak

Namun berbeda dari pegal biasa yang dapat reda setelah istirahat atau pijatan, nyeri akibat saraf terjepit cenderung menetap dan kambuh di lokasi yang sama.

“Jika rasa pegal terus muncul tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lanjutan. Ini bisa menjadi indikasi adanya gangguan saraf yang serius,” lanjutnya.

Sayangnya, banyak orang cenderung mengabaikan gejala tersebut, dengan anggapan bahwa rasa tidak nyaman itu hanya kelelahan biasa.

Akibatnya, banyak kasus saraf terjepit terlambat ditangani hingga menimbulkan dampak lebih parah.

Secara anatomi, saraf terjepit terjadi ketika saraf mengalami tekanan dari struktur di sekitarnya, seperti tulang belakang yang menyempit, jaringan lunak yang menonjol, atau pergeseran bantalan tulang (diskus).

Tekanan tersebut bisa disebabkan oleh trauma, benturan, atau bahkan proses degeneratif yang alami terjadi seiring bertambahnya usia.

Meski begitu, gejala tidak selalu muncul langsung setelah cedera.

Pada usia muda, kondisi ini mungkin tidak menimbulkan keluhan berarti, tapi pada usia 45 tahun ke atas, keluhan bisa sangat terasa meskipun hanya mengalami benturan ringan.

Tulang belakang merupakan pusat distribusi saraf yang sangat kompleks.

Di sepanjang ruasnya, terdapat banyak cabang saraf yang menyebar ke kiri dan kanan tubuh.

Jika terjadi penyempitan ruang antar ruas tulang, saraf-saraf tersebut bisa terjepit akibat pergeseran struktur atau bantalan tulang yang menonjol.

“Ruang antar tulang belakang yang menyempit akibat tumbukan bisa menyebabkan jaringan bantalan terdorong keluar dari tempatnya, lalu menekan saraf di sekitarnya,” ujar dr. Irca.

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami:

Pemeriksaan neurologis dan pencitraan seperti MRI atau CT scan biasanya diperlukan untuk memastikan diagnosis saraf terjepit dan menentukan penanganan terbaik.

Saraf terjepit bukanlah kondisi yang bisa dianggap sepele. Meski gejalanya tampak ringan di awal, jika dibiarkan tanpa penanganan, bisa mengganggu kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.

Waspadai tanda-tandanya dan jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika pegal dan nyeri tak kunjung hilang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#saraf terjepit #kesemutan #nyeri #pegal #pinched nerve