RADARTUBAN - Di tengah kesibukan yang menguras energi dan waktu, menjaga pola makan bergizi kerap terabaikan.
Padahal, asupan nutrisi yang cukup sangat penting untuk mendukung daya tahan tubuh dan fungsi organ secara menyeluruh.
Ketika kebutuhan gizi tidak terpenuhi, tubuh akan memberi sinyal, salah satunya berupa rasa lelah berkepanjangan yang tak kunjung hilang meski sudah istirahat.
Kondisi kekurangan nutrisi tidak hanya membuat tubuh terasa tak nyaman, tapi juga meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Menurut sumber dari English Jagran, ada sejumlah gejala yang patut diwaspadai karena bisa menjadi tanda tubuh mengalami defisiensi gizi.
Rasa lelah ekstrem bisa menjadi alarm awal. Ketika tubuh kekurangan zat besi, energi terasa menurun drastis.
Kondisi ini bahkan bisa berkembang menjadi anemia, yaitu saat jumlah sel darah merah tidak mencukupi untuk mengalirkan oksigen secara optimal.
Meski demikian, kelelahan juga bisa dipicu oleh faktor lain, seperti gangguan jantung, depresi, atau masalah tiroid—karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Selain lelah, rambut yang mudah patah dan terasa kering juga bisa mengisyaratkan tubuh kekurangan lemak sehat dan protein—komponen penting dalam membentuk jaringan rambut dan menjaga elastisitas kulit kepala.
Sementara itu, perubahan pada mulut seperti warna lidah yang memudar atau luka di bibir bisa menjadi indikator rendahnya asupan vitamin B kompleks, termasuk riboflavin, serta zat besi.
Perubahan suasana hati yang ekstrem dan mudah marah juga bisa berkaitan dengan defisiensi nutrisi.
Gangguan ini bukan sekadar mood swing biasa, melainkan sinyal dari tubuh yang kekurangan zat gizi esensial, seperti magnesium atau vitamin B yang berperan dalam stabilisasi neurotransmitter di otak.
Gejala lain yang tak boleh diabaikan adalah diare kronis. Kondisi ini bisa menandakan malabsorpsi, yaitu saat usus tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan secara optimal.
Malabsorpsi bisa disebabkan oleh infeksi, efek samping obat-obatan, konsumsi alkohol berlebihan, atau gangguan pada sistem pencernaan.
Jika Anda mengalami kombinasi dari gejala-gejala di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau ahli gizi.
Jangan biarkan tubuh terus “berteriak” tanpa respons. Nutrisi bukan hanya soal kenyang, tapi tentang menjaga keseimbangan agar tubuh dapat berfungsi dengan maksimal. (*)