Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bahaya Merokok Setelah Makan: Kebiasaan yang Tampak Sepele, Risiko yang Mengancam Nyawa

Dalillah Hizkel Aimy • Kamis, 17 Juli 2025 | 22:36 WIB
Merokok setelah makan berisiko tinggi
Merokok setelah makan berisiko tinggi

RADARTUBAN - Merokok setelah makan masih menjadi kebiasaan umum di masyarakat Indonesia, terutama di kalangan pria dewasa.

Meski dianggap sebagai cara untuk bersantai usai menyantap hidangan, para ahli kesehatan menegaskan bahwa kebiasaan ini justru dapat menimbulkan berbagai penyakit serius dan mengancam kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Setelah makanan dicerna, sistem pencernaan tubuh sedang bekerja keras menyerap nutrisi dan mengalirkan darah ke organ-organ penting.

Ketika seseorang merokok dalam kondisi ini, zat kimia berbahaya dalam rokok seperti nikotin dan karbon monoksida masuk ke dalam tubuh dan berinteraksi dengan proses metabolisme yang sedang berlangsung.

Akibatnya, risiko gangguan organ vital meningkat secara signifikan.

Risiko Kesehatan yang Ditimbulkan:

1. Iritasi dan Kanker Usus: Merokok setelah makan dapat meningkatkan produksi asam lambung dan menyebabkan iritasi pada usus. Paparan racun secara berulang memperbesar kemungkinan terjadinya mutasi sel yang berujung pada kanker usus.

2. Kanker Paru-Paru: Zat beracun dari asap rokok masuk ke paru-paru dalam volume lebih besar karena sistem pernapasan yang terbuka lebar usai makan.

3. Kerusakan Hati: Hati yang bertugas menyaring racun dari darah, dipaksa bekerja ekstra keras. Hal ini dapat merusak sel-sel hati dan memicu penyakit hati kronis.

4. Rusaknya Pembuluh Darah Jantung: Nikotin menyempitkan pembuluh darah dan mempercepat pengerasan arteri, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Menurut dr. Dion Haryadi, seorang Dokter Umum dan Certified Nutrition & Health Coach, merokok setelah makan sangat tidak dianjurkan karena dapat mengganggu proses pencernaan. Ia menjelaskan:

“Ketika kita baru selesai makan, sistem pencernaan sedang dalam fase paling aktif untuk memproses makanan yang masuk. Jika pada saat itu kamu merokok, maka nikotin dari rokok akan lebih mudah terserap oleh tubuh,” ujar dr. Dion.

Untuk menghindari dampak buruk merokok setelah makan, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

- Alihkan Kebiasaan: Gantilah waktu merokok dengan aktivitas ringan seperti berjalan kaki, minum air putih, atau menyikat gigi.

- Tunda Merokok: Bila belum bisa berhenti total, disarankan untuk menunggu minimal 30 menit setelah makan sebelum merokok.

- Konseling dan Terapi Berhenti Merokok: Dapatkan dukungan dari tenaga kesehatan untuk mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok.

- Pendidikan Gaya Hidup Sehat: Tingkatkan kesadaran keluarga dan komunitas mengenai bahaya merokok setelah makan.

meskipun tampak sebagai rutinitas ringan, merokok setelah makan memiliki dampak kesehatan yang serius.

Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat mengurangi risiko dan membentuk gaya hidup yang lebih sehat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#penyakit serius #Bahaya Merokok Setelah Makan #Mengancam Kesehatan #kebiasaan #Merokok setelah makan