RADARTUBAN - Anggapan bahwa minum air sambil berdiri bisa berdampak buruk bagi kesehatan hingga kini masih dipercaya sebagian masyarakat.
Kebiasaan ini disebut-sebut dapat mengganggu pencernaan, memicu radang sendi, bahkan membebani ginjal. Namun, klaim tersebut dibantah oleh dokter.
Dokter sekaligus selebritas medis, Abby Phillips, menegaskan tidak ada masalah kesehatan yang muncul akibat minum air sambil berdiri.
Menurutnya, baik dalam posisi duduk maupun berdiri, air tetap diserap tubuh dengan cara yang sama.
"Sama sekali tidak ada masalah minum air sambil berdiri atau duduk. Yang penting jangan minum air sambil berbaring karena dapat menyebabkan aspirasi," kata Phillips, yang dikutip dari CNN Indonesia.
Phillips menjelaskan, air memiliki bioavailabilitas oral 100 persen sehingga cepat diserap melalui usus halus.
Proses penyerapan berlangsung hampir sempurna dan kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh.
"Air yang diserap kemudian didistribusikan secara proporsional dalam kompartemen cairan tubuh," tambah Phillips.
Disebutkan juga sekitar 66 persen ke cairan intraseluler, 25,5 persen ke cairan interstisial, dan 8,5 persen ke dalam darah.
Ginjal juga berperan penting dalam proses eliminasi air dengan sistem penyaringan yang teratur.
Oleh karena itu, Phillips menekankan masyarakat tidak perlu khawatir soal posisi saat minum.
Fokus utama justru memastikan kecukupan cairan harian agar tubuh terhindar dari dehidrasi.
Sebelumnya, beredar anggapan bahwa minum air sambil berdiri membuat cairan mengalir terlalu cepat ke perut bagian bawah dan berpotensi menumpuk di persendian hingga menyebabkan artritis.
Ada pula klaim ginjal lebih optimal bekerja saat seseorang minum sambil duduk. Meski demikian, hingga kini tak ada bukti ilmiah yang mendukung keyakinan tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni