Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kurang Tidur Bikin Umur Pendek? Pakar Ungkap Dampak Serius pada Fisik, Mental, dan Solusi Praktis Tidur Berkualitas

Silva Ayu Triani • Jumat, 3 Oktober 2025 | 04:05 WIB

 

Seorang pekerja tertidur di meja kerja akibat kurang tidur
Seorang pekerja tertidur di meja kerja akibat kurang tidur

RADARTUBAN – Tidur bukan sekadar kebutuhan, melainkan fondasi penting bagi kesehatan tubuh dan pikiran.

Gaya hidup modern yang padat sering membuat banyak orang menyepelekan waktu istirahat malam.

Padahal, dampaknya bisa serius bagi kualitas hidup seseorang.

Kurang tidur terbukti merusak fisik dan mental, sementara istirahat malam merupakan satu-satunya proses pemulihan menyeluruh.

Topik ini dibahas dalam sebuah podcast Improved Body yang tayang di YouTube Rory Asyari bersama Vishal Dasani, seorang sleep coach.

Tidur disebut sebagai landasan seluruh sistem tubuh. Jika jam istirahat terganggu, semua fungsi bisa berantakan.

Kekurangan tidur membuat orang mudah sakit karena imun tubuh menurun.

“Kurang tidur membuat orang lebih mudah cemas dan panik,” jelas Vishal.

Dampaknya juga terlihat pada kondisi emosional. Kesabaran berkurang, stres meningkat, dan otak lebih sering memandang dunia sebagai tekanan. Fungsi kognitif pun ikut terganggu.

Gejala brain fog muncul, kemampuan fokus serta belajar menurun, bahkan jantung bekerja lebih keras.

Proses pembersihan toksin di otak pun tidak optimal karena hal itu hanya maksimal terjadi saat tidur lelap (deep sleep).

Mitos Utang Tidur dan Kualitas vs Kuantitas

Kebutuhan tidur orang dewasa adalah 7 hingga 9 jam per malam. Durasi ini tergantung tingkat aktivitas harian.

Semakin intens aktivitas, tubuh butuh waktu pemulihan lebih panjang. Vishal meluruskan dua mitos besar soal tidur:

1. Membayar Utang Tidur: Utang tidur besar sulit dibayar lunas pada akhir pekan.

2. Tidur 3 Jam Cukup: Badan terasa segar belum tentu cukup. “Reparasi mental dan emosional belum sepenuhnya pulih. Empati dan kognitif tetap menurun,” tegasnya.

"Kurang tidur bisa membuat seseorang melakukan aktivitas yang meningkatkan risiko kematian," katanya. Contohnya adalah microsleep saat menyetir.

Tujuh Langkah Kunci Mencapai Tidur Berkualitas

Untuk menjaga kualitas tidur, Vishal membagikan tujuh langkah kunci (sleep hygiene):

1. Jadwal tidur dan bangun harus konsisten.

2. Segera cari paparan cahaya terang (matahari) saat bangun.

3. Beraktivitas fisik secukupnya.

4. Konsumsi makanan bergizi (protein bahan baku melatonin).

5. Kurangi stimulan (kopi/alkohol) minimal 6-8 jam sebelum tidur.

6. Buat kamar senyaman mungkin.

7. Lakukan ritual relaksasi satu jam sebelum tidur.

Kesalahan terbesar adalah mencoba terlalu keras untuk tidur. "Tidur itu seperti kucing. Semakin dikejar, ia akan lari," ujar Vishal.

Membangun otot juga disarankan. Ini membantu memaksimalkan pembakaran kalori saat tidur.

Olahraga intensitas tinggi harus selesai 3 sampai 4 jam sebelum jam tidur. Ini agar suhu tubuh dan hormon stres turun. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Kebutuhan tubuh #gaya hidup #kurang tidur #imun #deep sleep #tidur