RADARTUBAN - Tumor otak adalah kondisi terjadinya pertumbuhan jaringan abnormal di otak yang bersifat jinak ataupun ganas.
Kondisi ini menjadi topik utama dalam diskusi mendalam di kanal YouTube Primer Bintaro, menampilkan narasumber dr. Samsul Ashari, Sp.BS(K), seorang spesialis bedah saraf dari RS Premier Bintaro.
Dokter Samsul menjelaskan bahwa salah satu gejala khas, terutama pada stadium lanjut, adalah sakit kepala hebat disertai mual dan muntah.
Gejala ini timbul akibat adanya peningkatan tekanan intrakranial (TIK), yaitu tekanan di dalam rongga tengkorak, yang disebabkan oleh desakan massa tumor.
Menariknya, tumor otak tidak hanya menimbulkan gejala fisik, tetapi juga dapat memicu perubahan perilaku aneh yang sering kali diabaikan.
Perubahan tersebut tergantung pada lokasi tumor di otak.
Contohnya, tumor yang berada di area pengatur emosi dapat menyebabkan penderita tertawa tiba-tiba tanpa sebab, atau mengalami perubahan mood ekstrem yang tidak biasa.
Selain itu, jika tumor menekan area motorik, gejala lain yang mungkin muncul adalah kelumpuhan ringan pada salah satu sisi tubuh atau gangguan keseimbangan.
Dr. Samsul menekankan bahwa, “Diagnosis tumor otak kini telah jauh lebih canggih berkat perkembangan teknologi pencitraan.”
Telah menggunakan teknologi MRI 3 Tesla dan pemeriksaan MR Spectroscopy, yang memungkinkan tenaga medis memetakan lokasi serta jenis tumor dengan lebih akurat.
Bila tumor sudah menimbulkan tekanan tinggi dalam otak, tindakan operasi pengangkatan tumor atau kraniotomi dilakukan untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut.
Perbedaan antara tumor jinak dan ganas juga menjadi sorotan. Tumor jinak tumbuh lambat dan rendah kemungkinan kambuh setelah operasi, sedangkan tumor ganas memiliki potensi tumbuh cepat dan sering muncul kembali.
Oleh sebab itu, deteksi dini sangat penting, terutama memperhatikan gejala yang tidak biasa seperti tertawa tiba-tiba tanpa alasan jelas.
Hal tersebut karena terdapat perubahan pada bagian otak yang mengatur emosi dan perilaku.
Untuk mencegah tumor otak, meski belum ada bukti pasti penyebabnya, dr. Samsul menyarankan beberapa langkah pencegahan umum, seperti menghindari polusi lingkungan, bahan pengawet, dan makanan tidak sehat. Konsumsi makanan segar dan menjaga pola hidup sehat sangat dianjurkan.
Dalam menghadapi kondisi kritis seperti tumor otak, semangat dan sikap optimis tetap harus dijaga agar perjuangan dalam pengobatan dapat berjalan efektif. Sikap mental yang positif terbukti dapat mendukung efektivitas pengobatan yang sedang dijalani oleh pasien.
“Perjuangan melawan tumor otak bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal mental dan semangat hidup untuk terus bertahan,” tutup dr. Samsul. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni