RADARTUBAN - Musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan sering kali membuat tubuh menjadi lebih mudah sakit.
Perubahan cuaca yang ekstrem dan tidak menentu selama periode ini memaksa tubuh untuk terus beradaptasi, sehingga daya tahan tubuh menurun.
Menurut dokter spesialis anak Dr. Suryadi Suteja, saat pancaroba tubuh mengalami fluktuasi suhu signifikan yang berdampak pada metabolisme dan sistem kekebalan tubuh.
Sehingga kemampuan memproduksi antibodi berkurang dan tubuh rentan terkena berbagai penyakit seperti flu, batuk, demam, hingga infeksi saluran pernafasan.
Dokter juga menjelaskan bahwa kondisi tekanan udara yang lebih tinggi dan angin yang bertiup kencang selama pancaroba mempercepat penyebaran virus dan bakteri.
Pembuluh darah yang menyempit akibat suhu dingin membuat sistem kerja imun melemah, sehingga virus lebih mudah menyerang.
Untuk menjaga daya tahan tubuh selama musim pancaroba, para ahli menyarankan beberapa langkah penting.
1. konsumsi makanan bergizi seimbang dengan banyak sayur, buah, dan sumber protein untuk memperkuat sistem imun.
2. cukup istirahat dengan tidur optimal 7-8 jam per malam untuk pemulihan tubuh.
3. lakukan olahraga ringan secara rutin seperti jalan kaki atau senam selama minimal 30 menit setiap hari agar sirkulasi darah dan sistem imun meningkat.
4. minum air putih cukup minimal 8 gelas per hari untuk menjaga hidrasi dan membantu metabolisme tubuh.
5. Kelima, kelola stres dengan baik melalui meditasi atau aktivitas menyenangkan demi menjaga kesehatan mental yang berdampak pada fisik.
Menerapkan perilaku hidup bersih sehat, termasuk mencuci tangan secara rutin dan menggunakan masker bila perlu.
Dengan menjaga pola hidup sehat dan meningkatkan imunitas tubuh, masyarakat dapat lebih prima menghadapi musim pancaroba dan mengurangi risiko terserang penyakit.
Sehat di musim pancaroba adalah investasi terbaik untuk kualitas hidup yang lebih baik setiap hari. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama