Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ternyata Kentut Ada Jenisnya Dan Bisa Menjadi Pertanda Kondisi Tubuh Kita, Berikut Penjelasannya

M Robit Bilhaq • Minggu, 9 November 2025 | 04:05 WIB
ilustrasi kentut sebagai pertanda kondisi tubuh seseorang
ilustrasi kentut sebagai pertanda kondisi tubuh seseorang

RADARTUBAN - Kentut, yang dalam istilah medis dikenal sebagai flatus, merupakan proses keluarnya gas dari sistem pencernaan melalui anus, gas tersebut terbentuk secara alami di dalam usus sebagai hasil dari proses pencernaan makanan serta aktivitas bakteri yang hidup di usus besar.

Ketika tubuh mencerna makanan, terutama yang kaya akan serat atau mengandung karbohidrat kompleks, sebagian zat tidak sepenuhnya diserap oleh tubuh, sisa-sisa makanan tersebut kemudian mengalami fermentasi oleh bakteri usus, yang menghasilkan gas seperti nitrogen, karbon dioksida, metana, dan hidrogen.

Kentut adalah hal yang wajar dan menandakan kondisi tubuh yang sehat, karena berfungsi untuk mengeluarkan gas berlebih dari dalam tubuh.

kentBaca Juga: Penelitian Akademisi Inggris Menyebut Mencium Kentut Bisa Mencegah Penyakit Berat

Menariknya, rata-rata seseorang bisa buang angin sebanyak 10 hingga 20 kali dalam sehari, aroma kentut bisa bervariasi tergantung dari jenis makanan yang dikonsumsi.

Makanan seperti telur, kol, bawang, dan kacang-kacangan yang mengandung senyawa sulfur dapat menyebabkan bau kentut menjadi lebih tajam.

Selain makanan, kebiasaan makan terlalu cepat atau berbicara saat makan juga bisa menyebabkan lebih banyak udara masuk ke dalam tubuh, sehingga meningkatkan jumlah gas di perut.

Jenis kentut dan penyebabnya juga dapat mencerminkan kondisi kesehatan seseorang. Berikut penjelasannya:

Baca Juga: Dari Masalah Pencernaan Menuju Bisnis Sukses: Anita Hartono Ungkap Peran Teh Fermentasi yang Mengubah Pola Hidupnya

Kentut Tidak Berbau

Menurut dokter spesialis gastroenterologi Samantha Nazareth, M.D., kentut yang tidak berbau biasanya disebabkan oleh udara yang tertelan.

Kebiasaan seperti minum minuman bersoda atau mengunyah permen karet dapat menyebabkan lebih banyak udara masuk ke saluran pencernaan. Gas ini bisa keluar sebagai kentut tanpa aroma.

Selain itu, jika gas tidak dikeluarkan melalui sendawa, maka akan keluar lewat anus.

Meski tidak berbahaya, kamu bisa mencegah penumpukan gas dengan makan perlahan, mengurangi minuman bersoda, dan menghindari kebiasaan mengunyah permen karet.

Kentut Tidak Berbunyi tapi Berbau

Jenis kentut ini dikenal sebagai “silent but deadly” atau SBD. Biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi sulfur seperti kol, kangkung, pakcoy, telur, daging, bawang putih, dan bawang merah.

Meski menyebabkan bau menyengat, makanan tersebut tetap bermanfaat bagi tubuh karena termasuk superfood yang kaya nutrisi. Jadi, tidak perlu menghindarinya hanya karena efek sampingnya berupa bau kentut.

Kentut Sangat Bau
Kentut yang sangat berbau biasanya menandakan adanya ketidakseimbangan bakteri dalam sistem pencernaan.

Untuk mengatasinya, disarankan mengonsumsi makanan yang kaya probiotik agar jumlah bakteri baik meningkat dan bakteri jahat bisa dinetralisir.

Namun, jika kentut berbau busuk terjadi terus-menerus dan disertai gejala lain seperti penurunan berat badan, perut kembung, mual, kelelahan, atau pendarahan, maka bisa jadi itu merupakan tanda gangguan pencernaan serius seperti malabsorpsi, penyakit Celiac, atau penyakit Crohn.

Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Kentut dengan Sensasi Panas

Bagi kamu yang gemar makan makanan pedas, perlu siap menghadapi efek sampingnya.

Tidak hanya rasa terbakar di mulut, tetapi juga sensasi panas atau perih di anus saat buang angin.

Menurut Dr. Nazareth, hal ini disebabkan oleh reseptor tubuh yang merespons capsaicin, yaitu senyawa yang memberikan rasa pedas pada cabai. Reaksi tersebut menyebabkan sensasi panas saat kentut.

Kentut Spontan

Kentut spontan terjadi ketika seseorang tiba-tiba buang angin saat sedang makan, tanpa disengaja.

Kondisi ini bukan disebabkan oleh makanan yang sedang dikonsumsi, melainkan oleh refleks gastrokolik.

Menurut dr. Will Bulsiewicz, seorang ahli gastroenterologi dari Carolina Selatan, refleks ini terjadi ketika perut menciptakan ruang untuk makanan baru yang masuk, sehingga tubuh melepaskan gas yang tersimpan di saluran pencernaan.

Dengan memahami berbagai jenis kentut dan penyebabnya, kita bisa lebih mengenali kondisi tubuh dan menjaga kesehatan sistem pencernaan secara lebih baik. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Pencernaan makanan #gas #kentut #Kentut Tidak Berbau #sistem pencernaan