RADARTUBAN - Riset terbaru dari Harvard Aging Brain Study menyoroti manfaat besar berjalan kaki terhadap kesehatan otak, terutama bagi kalangan lanjut usia.
Dalam studi jangka panjang tersebut, ditemukan bahwa berjalan kaki sebanyak 3.000 langkah per hari saja sudah cukup untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif hingga tiga tahun.
Penelitian yang dilakukan melibatkan hampir 300 orang berusia antara 50 hingga 90 tahun yang pada awalnya memiliki fungsi kognitif normal, aktivitas harian mereka dipantau menggunakan pedometer.
Sementara tes kognitif dilakukan secara berkala selama kurun waktu 14 tahun.
Selain itu, pada 172 peserta dilakukan pemindaian PET untuk melihat adanya penumpukan protein yang diketahui sebagai pemicu Alzheimer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang sudah memiliki tanda-tanda awal penurunan kognitif memperoleh manfaat nyata dari aktivitas berjalan kaki.
Semakin mereka aktif untuk bergerak, semakin sedikit pula penumpukan protein bermasalah di otak mereka, dan semakin lambat perkembangan gejala penurunan kognitif.
Yang menarik adalah, manfaat besar sudah terlihat meski jumlah langkah harian jauh di bawah rekomendasi populer 10.000 langkah per hari.
Peneliti menemukan bahwa berjalan 3.000 - 5.000 langkah per hari mampu menunda penurunan kognitif hingga tiga tahun.
Sementara itu, 5.000 - 7.500 langkah per hari dapat memperlambat penurunan hingga tujuh tahun.
Namun, tambahan langkah yang disebutkan tersebut tidak memberikan manfaat tambahan yang signifikan.
Peneliti dari Harvard Medical School sekaligus penulis utama studi ini yang bernama Wai-Ying Wendy Yau, menyebutkan bahwa temuan tersebut menjadi kabar baik bagi para lansia yang kesulitan mencapai target 10.000 langkah sehari.
“Pesan yang sangat menggembirakan adalah bahwa sedikit olahraga saja sudah membantu,” ujarnya kepada Nature.
Temuan dari Harvard ini juga sejalan dengan penelitian di Inggris yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas moderat dapat menurunkan risiko demensia sebesar 25% hingga 50%, bahkan pada jumlah langkah harian yang relatif rendah.
Para peneliti menegaskan bahwa sasaran 3.000 - 5.000 langkah per hari dapat dijadikan target yang lebih masuk akal bagi para lansia yang cenderung kurang aktif dan berisiko tinggi mengalami penurunan fungsi kognitif.
Selain itu, aktivitas berjalan di ruang terbuka serta variasi dalam kecepatan langkah diyakini mampu memberikan tambahan manfaat bagi kesehatan otak. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni