Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ancaman Mikroplastik dalam Bahan Pangan, Protein, Sayur, dan Buah Ini Paling Banyak Terkontaminasi

M Robit Bilhaq • Jumat, 16 Januari 2026 | 21:05 WIB
Ilustrasi Mikroplastik dalam usus manusia
Ilustrasi Mikroplastik dalam usus manusia

RADARTUBAN - Sejumlah jenis makanan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari dilaporkan telah banyak tercemar oleh mikroplastik.

Mikroplastik didefinisikan sebagai potongan plastik berukuran sangat kecil yang bersumber dari berbagai hal, mulai dari serat pakaian sintetis, sisa limbah pabrik, hingga hasil proses penguraian sampah plastik di alam bebas.

Apabila mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, mikroplastik akan melekat pada dinding usus, sehingga memicu terjadinya inflamasi atau peradangan, serta berisiko menurunkan imunitas tubuh.

Akibat karakteristiknya yang gampang berpindah tempat, partikel plastik ini sekarang telah menyebar luas ke dalam sistem rantai makanan di tingkat global.

Berdasarkan hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Environmental Research, para ahli melakukan pengamatan terhadap lebih dari 12 jenis protein yang populer dikonsumsi masyarakat.

Sampel tersebut mencakup daging sapi, daging babi, dada ayam beserta nugget, serta berbagai jenis udang termasuk udang yang dilapisi tepung.

Penelitian yang dilakukan juga menguji produk pengganti daging berbahan nabati seperti nugget nabati, stik ikan nabati, dan remah-remah nabati yang teksturnya menyerupai daging sapi giling.

Temuannya sungguh mengejutkan, di mana hampir 90% dari seluruh sampel protein yang diuji terbukti mengandung partikel mikroplastik.

Data dari jurnal Environmental Science menunjukkan adanya kandungan partikel plastik berukuran kurang dari 10 mikrometer dalam kisaran 52.050 sampai 233.000 partikel pada berbagai jenis buah-buahan dan sayuran.

Apel dan wortel sebagai jenis bahan pangan yang paling banyak tercemar, dengan akumulasi lebih dari 100.000 unit mikroplastik pada setiap gramnya.

Lebih detail, ukuran partikel mikroplastik yang paling kecil ditemukan pada sayuran wortel, sedangkan fragmen plastik dengan ukuran paling besar terdeteksi pada selada.

Senada dengan temuan tersebut, riset dari Universitas Catania di Italia juga mengonfirmasi keberadaan plastik mikroskopis pada pir, apel, selada, dan wortel.

Statistik rata-rata menunjukkan bahwa apel memiliki konsentrasi mikroplastik tertinggi di kategori buah dengan jumlah mencapai 195.500 partikel per gram, sementara buah pir di belakangnya yaitu rata-rata 189.500 partikel per gram.

Untuk kategori sayuran, brokoli dan wortel menjadi yang paling terdampak dengan rata-rata kontaminasi melampaui 100.000 partikel plastik per gramnya.

Dua laporan riset yang diterbitkan sebelumnya memberikan penjelasan mengenai bagaimana polutan ini masuk ke dalam tanaman.

Diketahui bahwa mikroplastik mampu menembus sistem perakaran pada tanaman gandum dan selada, sementara nanoplastik dapat diserap secara langsung oleh akar.

Melalui proses penyerapan dari tanah yang terpapar limbah plastik, buah-buahan dan sayuran tersebut kemudian menumpuk mikroplastik di dalam jaringan mereka. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#mikroplastik #kesehata #sayur #plastik #limbah pabrik #makanan