Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Heboh Fenomena Menguap Menular Seperti Virus Sosial, Ini Penjelasan Ilmiah Tentang Peran Otak dan Empati Manusia

Ika Nur Jannah • Rabu, 4 Februari 2026 | 15:35 WIB

Ilustrasi menguap
Ilustrasi menguap

RADARTUBAN – Pernahkah kamu ikut menguap setelah melihat orang lain melakukannya?

Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan melibatkan proses neurologis yang cukup kompleks di otak manusia.

Kunci utama dari menularnya menguap terletak pada sel otak yang disebut mirror neuron.

Saat seseorang melihat orang lain menguap, neuron ini langsung aktif dan meniru gerakan tersebut secara otomatis.

Akibatnya, otak pengamat ikut memicu respons menguap tanpa disadari.

Baca Juga: Alasan Ilmiah Mengapa Menguap Bisa Menular Otomatis, Sedangkan Kekayaan Tidak Ikut

Psikiater dari Linear Health, Charles Sweet, menjelaskan bahwa mekanisme ini membuat penguapan dapat menyebar dengan cepat di dalam kelompok sosial, bahkan juga terjadi pada beberapa jenis hewan.

Menariknya, menguap terbukti lebih mudah menular di antara orang-orang yang memiliki hubungan dekat dibandingkan dengan orang asing.

Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan kuat antara penguapan, empati, dan ikatan sosial.

Penelitian menyebut fenomena ini berkaitan dengan familiarity bias, yaitu kecenderungan otak untuk lebih responsif terhadap perilaku individu yang berada dalam lingkaran sosial terdekat.

Baca Juga: Hati-Hati Menguap Terlalu Lebar, Bisa Picu Dislokasi Rahang

Efek tersebut membantu menyelaraskan perilaku dan ritme aktivitas dalam sebuah kelompok.

Dari sisi evolusi, menguap bukanlah respons yang sia-sia. Studi tahun 2007 dalam jurnal Evolutionary Psychology mengungkap bahwa menguap membantu mendinginkan otak, sehingga meningkatkan kewaspadaan dan efisiensi mental.

Peneliti dari Johns Hopkins University, Andrew Gallup, menambahkan bahwa penguapan juga berperan dalam menyelaraskan ritme sirkadian serta membantu transisi aktivitas antaranggota kelompok.

Fenomena sederhana ini menunjukkan betapa canggihnya otak manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial—bahkan melalui respons sekecil menguap. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#virus #kerja #menguap #Menular