Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Inilah Mitos Diet yang Sering Disalahpahami, Penjelasan Dokter Diana dalam Podcast Nikita Willy

Antika Luviana • Kamis, 19 Februari 2026 | 18:30 WIB

Latihan beban disebut efektif tingkatkan metabolisme tanpa bikin tubuh bulky.
Latihan beban disebut efektif tingkatkan metabolisme tanpa bikin tubuh bulky.

RADARTUBAN - Perbincangan seru tentang diet dikupas di kanal YouTube saat Nikita Willy saat berbincang santai bersama dokter gizi Diana F. Suganda.

Dalam podcast tersebut, keduanya membedah tuntas soal mindset diet yang kerap salah kaprah di tengah masyarakat.

Obrolannya Ringan, tapi Isinya “Nendang”.

Dr. Diana menegaskan, diet bukan berarti tidak makan atau menyiksa diri dengan hanya mengonsumsi sayur tanpa pola jelas.

Diet, kata dia, sesederhana mengatur pola makan yang realistis dan bisa dijalani dalam jangka panjang—tanpa stres berlebihan.

Baca Juga: Regenerasi, Baim Wong Sebut Kehadiran Nikita Willy Bikin Dia Mundur Dari Dunia Sinetron

“Yang utama itu sehat dulu. Kalau berat badan turun, itu bonus,” kata dr. Diana.

Selama ini, banyak orang terjebak pada target angka timbangan.

Padahal, fokus utama seharusnya adalah membangun kebiasaan makan yang seimbang dan berkelanjutan. Ketika tubuh lebih sehat, komposisi badan pun perlahan akan mengikuti.

Soal mitos yang sering bikin panik? Dr. Diana meluruskannya satu per satu.

Makan malam, misalnya, kerap dituduh sebagai biang keladi kegemukan. Padahal, kenaikan berat badan bukan ditentukan oleh jam makan, melainkan total kalori harian.

Jika asupan kalori melebihi kebutuhan tubuh, barulah berat badan bisa naik. Jadi bukan semata-mata karena makan lewat pukul 7 malam.

Begitu pula dengan air es. Minum air dingin tidak serta-merta membuat perut buncit. Air tetaplah nol kalori, baik diminum hangat maupun dingin.

Yang juga sering disalahpahami, minuman seperti kopi hitam dan teh hijau.

Keduanya justru boleh dikonsumsi untuk membantu mengontrol nafsu makan—asal tanpa tambahan gula, sirup, atau krimer manis. Jangan sampai niat diet, tapi minumnya justru berubah jadi “dessert cair”.

Tak kalah penting, pembahasan soal olahraga. Banyak orang terlalu fokus pada kardio demi cepat berkeringat dan merasa “membakar lemak”.

Padahal, latihan beban punya peran besar dalam meningkatkan metabolisme.

Otot disebut sebagai “mesin pembakar” tubuh. Semakin banyak massa otot, semakin besar pula kemampuan tubuh membakar kalori—bahkan saat sedang istirahat.

Apalagi seiring bertambahnya usia, massa otot bisa menyusut jika tidak dilatih.

Karena itu, angkat beban tak perlu ditakuti. Tubuh tidak otomatis menjadi bulky.

Justru dengan latihan kekuatan, badan menjadi lebih kuat, metabolisme meningkat, dan komposisi tubuh membaik.

Intinya, diet bukan soal ekstrem atau cepat-cepat kurus. Melainkan soal konsistensi, pola makan seimbang, dan kebiasaan sehat yang bisa dijalani jangka panjang. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#mindset #dokter gizi #nikita willy #diet #masyarakat