RADARTUBAN – Di tengah gempuran budaya hustle culture yang memuja produktivitas tanpa batas, banyak masyarakat urban yang mulai mengabaikan waktu istirahat.
Anggapan bahwa tidur adalah waktu yang terbuang (waste of time) justru menjadi bumerang bagi kesehatan mental dan performa kerja.
Konsistensi Tidur Jadi Kunci Produktivitas
Pakar tidur, Falasani Bichal, dalam siniar (podcast) Suara Berkelas mengungkapkan bahwa kunci utama tubuh sehat dan produktivitas optimal bukan terletak pada durasi semata, melainkan pada konsistensi jadwal jam biologis atau ritme sirkadian.
"Konsistensi jadwal tidur itu membuat tubuh jauh lebih sehat. Saat tubuh diberikan kesempatan untuk healing dengan tidak menjadi siapa-siapa, di situlah pemulihan terjadi," ujar Falasani dalam video tersebut.
Durasi Ideal Tidur Orang Dewasa
Menurut Falasani, durasi ideal bagi orang dewasa (usia 18–60 tahun) rata-rata berkisar antara 7 hingga 9 jam per malam.
Namun, ia menekankan agar masyarakat tidak terjebak pada angka tersebut sebagai beban performa.
Banyak orang merasa bersalah jika tidak tidur 8 jam, padahal yang lebih krusial adalah efisiensi tidur dan perasaan segar saat bangun.
Baca Juga: Ternyata Ini Pertanda Psikologis Orang yang Tidur Pakai Kaus Kaki: Kamu Salah Satunya?
Cara Mengatasi Insomnia Tanpa Memaksa Tidur
Bagi penderita insomnia, Falasani menyarankan untuk tidak melakukan usaha terlalu keras (too much effort) untuk tidur.
Tidur, menurutnya, tidak bisa dipaksa atau dikejar, melainkan hanya bisa dipersiapkan dengan relaksasi atau down regulate sekitar 30–60 menit sebelum naik ke tempat tidur.
"Lakukan apa pun yang membuat rileks, entah itu menonton film, berdoa, atau mengobrol.
Kecuali alkohol dan obat-obatan, karena itu memiliki efek samping jangka panjang," pungkasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni