Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Perlukah Membuang Air Rebusan Mie Instan Sebelum Dikonsumsi? Begini Penjelasan Para Ahli

Bihan Mokodompit • Jumat, 27 Februari 2026 | 10:10 WIB

Ilustrasi mie instan
Ilustrasi mie instan

RADARTUBAN - Perlukah membuang air rebusan mie instan sebelum dikonsumsi menjadi pertanyaan yang terus muncul di tengah masyarakat, terutama setelah beredarnya berbagai informasi di media sosial.

Isu ini berkembang seiring kekhawatiran soal kandungan minyak, zat tambahan, hingga anggapan adanya lapisan lilin pada mie instan.

Namun, sejumlah ahli teknologi pangan dan gizi telah memberikan penjelasan berbasis kajian ilmiah.

Penjelasan Dosen Teknologi Pangan UMM

Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang, Devi Dwi Siskawardani, menjelaskan bahwa air rebusan mie instan pada dasarnya bukanlah zat beracun.

Ia menegaskan bahwa mie instan diproses melalui tahap penggorengan sehingga memungkinkan adanya sisa minyak yang larut saat direbus.

“Jika ingin lebih sehat, air rebusan pertama bisa dibuang sebelum menambahkan bumbu,” jelasnya.

Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu mengurangi kandungan minyak dan zat sisa proses produksi yang mungkin ikut larut dalam air.

Meski demikian, ia tidak menyebut bahwa air tersebut berbahaya untuk dikonsumsi.

Penjelasan ini penting agar masyarakat tidak terjebak pada informasi yang tidak terverifikasi.

Mitos Lilin pada Mie Instan

Isu tentang lilin pada mie instan sempat ramai diperbincangkan.
Padahal, para ahli sudah membantah klaim tersebut.

Mie instan tidak dilapisi lilin, melainkan digoreng untuk mengurangi kadar air agar lebih tahan lama.

Air rebusan yang terlihat keruh umumnya berasal dari pati yang terlepas selama proses perebusan.

Karena itu, keputusan membuang atau tidak membuang air rebusan mie instan lebih pada preferensi dan pertimbangan kesehatan masing-masing.

Kandungan Sodium dan Minyak

Selain persoalan air, perhatian utama dalam konsumsi mie instan adalah kandungan sodium dari bumbu.

Kuah mie instan mengandung natrium yang cukup tinggi.

Jika seluruh bumbu dicampurkan, asupan garam bisa mendekati batas harian yang dianjurkan.

Dalam konteks ini, membuang air rebusan mie instan lalu menggantinya dengan air panas baru dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi rasa terlalu kuat dan kadar minyak.

Namun, cara ini tidak serta merta menurunkan kadar sodium secara signifikan bila seluruh bumbu tetap digunakan.

Baca Juga: Fakta Di Balik Video Viral Selingkuh di Mie Gacoan, Bikin Heboh Pengunjung dan Media Sosial

Sikap Bijak dalam Mengonsumsi Mie Instan

Perlukah membuang air rebusan mie instan sebelum dikonsumsi pada akhirnya kembali pada tujuan konsumennya.

Bagi individu yang ingin mengurangi lemak, langkah tersebut bisa dipertimbangkan.

Bagi yang tidak memiliki kondisi kesehatan tertentu, air rebusan mie instan umumnya tetap aman selama produk dimasak sesuai petunjuk.

Para ahli juga mengingatkan bahwa frekuensi konsumsi lebih penting daripada sekadar memperdebatkan air rebusan.

Menambahkan sayuran, sumber protein, dan membatasi penggunaan bumbu dapat membuat mie instan lebih seimbang secara gizi.

Penjelasan dari Devi Dwi Siskawardani memperlihatkan bahwa edukasi berbasis sains perlu dikedepankan.

Masyarakat diimbau untuk memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai klaim tertentu.

Dengan memahami fakta dari akademisi seperti di Universitas Muhammadiyah Malang, publik dapat mengambil keputusan yang lebih rasional.

Pada akhirnya, perlukah membuang air rebusan mie instan sebelum dikonsumsi bukanlah persoalan benar atau salah.

Yang lebih penting adalah konsumsi secara bijak dan tidak berlebihan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#mie instan #lilin #air rebusan mie instan #Ahli Gizi