RADARTUBAN - Upaya dalam menjaga kesehatan organ jantung ternyata tidak hanya terpaku pada peningkatan asupan serat dan sayur-sayuran saja.
Langkah yang tidak kalah penting adalah dengan secara sadar membatasi konsumsi berbagai jenis makanan yang memiliki dampak buruk bagi sistem kardiovaskular manusia.
Sejumlah pakar kesehatan di bidang jantung memberikan saran agar masyarakat mulai mengurangi makanan yang mengandung natrium tinggi, lemak jenuh, serta karbohidrat olahan dan gula tambahan.
Pengaturan Konsumsi Jadi Kunci Utama
Berdasarkan informasi yang dilansir dari EatingWell pada Senin (23/3), meskipun tidak harus dihentikan secara total, pengaturan porsi dan frekuensi konsumsi lima jenis makanan berikut sangat krusial bagi kesehatan jantung.
1. Daging Olahan Tinggi Lemak dan Natrium
Jenis makanan pertama yang perlu diwaspadai adalah daging olahan seperti sosis, bacon, daging deli, serta hot dog yang diketahui memiliki kadar natrium dan lemak jenuh yang sangat pekat.
Baca Juga: Layanan Jantung RSUD Koesma Tuban Tutup Sementara, IDIK dan ICCU Ikut Shut Down
Apabila dikonsumsi secara rutin, kandungan tersebut dapat mempersulit tubuh dalam mengendalikan tekanan darah serta memicu kenaikan kadar kolesterol jahat atau LDL secara signifikan.
Dalam jangka panjang, kombinasi buruk ini akan mempercepat proses penumpukan plak di dalam pembuluh darah arteri yang meningkatkan risiko terjadinya stroke dan penyakit jantung koroner.
2. Minuman Manis Picu Lonjakan Gula Darah
Kategori kedua yang harus dibatasi adalah minuman manis seperti soda, teh manis kemasan, serta minuman berenergi yang kaya akan gula namun sangat minim nilai gizinya.
American Heart Association sendiri telah menetapkan batas aman asupan gula tambahan harian sebesar 25 gram bagi wanita dan maksimal 36 gram untuk pria.
Kelebihan gula dalam tubuh dapat memicu terjadinya lonjakan kadar gula darah, resistensi insulin, hingga penumpukan lemak viseral atau lemak di area perut yang berbahaya.
Selain itu, konsumsi gula berlebih juga berkaitan erat dengan peningkatan kadar trigliserida dalam darah yang bisa memperburuk kondisi kesehatan jantung secara keseluruhan.
3. Burger Cepat Saji Tinggi Kalori dan Lemak
Makanan ketiga yang perlu diperhatikan adalah burger dari restoran cepat saji yang umumnya mengandung kombinasi tiga nutrisi buruk jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Burger tersebut biasanya kaya akan lemak jenuh yang berasal dari daging dan keju, karbohidrat olahan dari roti putih, serta kandungan natrium yang tinggi pada sausnya.
Tingginya asupan kalori pada burger cepat saji juga menjadi faktor utama penambahan berat badan yang berkontribusi pada penumpukan lemak viseral yang mengancam jantung.
4. Kue Manis Rendah Serat dan Tinggi Gula
Kategori keempat mencakup berbagai jenis pastri dan kue manis seperti donat yang mayoritas dibuat menggunakan tepung olahan dengan kadar karbohidrat sederhana yang tinggi.
Makanan jenis ini sangat rendah akan serat sehingga tidak mampu memberikan dukungan optimal dalam menjaga kestabilan kadar kolesterol maupun gula darah dalam tubuh.
Pastri juga sering kali diproduksi dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi demi mengejar tekstur lembut, yang secara medis terbukti dapat menaikkan kadar kolesterol LDL.
5. Mi Instan Tinggi Natrium dan Lemak Olahan
Terakhir, mi instan menjadi makanan kelima yang sangat perlu dibatasi karena masalah utamanya terletak pada kandungan natrium yang luar biasa tinggi di dalamnya.
Satu kemasan mi instan dapat mengandung hingga 1.860 miligram natrium, yang berarti telah mencakup sekitar 80 persen dari total batas aman harian sebesar 2.300 mg.
Lebih jauh lagi, mi instan terbuat dari karbohidrat olahan yang diproses dengan cara digoreng sehingga menambah beban lemak bagi tubuh pemakannya.
Berbagai studi klinis telah menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi mi instan lebih dari satu kali dalam seminggu berkorelasi kuat dengan kenaikan tekanan darah, trigliserida, dan gula darah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni