Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

20,4 Juta Warga Indonesia Mengidap Diabetes, Gaya Hidup Masa Kini Disebut Memicu Lonjakan Kasus Mengerikan

Tulus Widodo • Senin, 6 Juli 2026 | 16:12 WIB
Jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 20,4 juta orang dan menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia
Jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 20,4 juta orang dan menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia

RADARTUBAN – Alarm kesehatan bagi Indonesia berbunyi semakin keras. Di tengah perubahan gaya hidup yang kian modern, jumlah penyandang diabetes di Tanah Air justru melonjak ke level yang mengkhawatirkan. 

Indonesia kini tercatat sebagai negara dengan jumlah penyandang diabetes terbanyak di Asia Tenggara, bahkan masuk lima besar dunia.

Data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan, sebanyak 20,4 juta penduduk berusia 20–79 tahun hidup dengan diabetes sepanjang 2024. 

Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Jangan Sampai Menyesal di Usia Muda! Ini Batas Aman Konsumsi Gula Harian Agar Terbebas dari Risiko Diabetes Tipe 2

Gaya Hidup Modern Jadi Pemicu

Meningkatnya angka penderita diabetes tidak lagi hanya terjadi pada kelompok usia lanjut. Kini, usia produktif bahkan generasi muda mulai mendominasi tren kenaikan kasus.

Direktur Duc Giang General Hospital Vietnam, Dr. Do Dinh Tung, menyebut perubahan pola hidup menjadi penyebab utama fenomena tersebut.

"Meningkatnya kasus diabetes pada usia muda dipengaruhi perubahan pola makan dan gaya hidup, seperti tingginya konsumsi makanan cepat saji, minuman manis, kurangnya aktivitas fisik, kualitas tidur yang buruk, hingga stres berkepanjangan," ujarnya.

Ancaman yang Sering Datang Tanpa Gejala

Diabetes dikenal sebagai silent killer karena pada banyak kasus berkembang tanpa keluhan berarti. 

Ketika gejala mulai muncul, tidak sedikit penderita yang sudah mengalami komplikasi pada jantung, ginjal, mata, hingga sistem saraf.

Lonjakan kasus di Indonesia menjadi sinyal bahwa persoalan ini bukan lagi sekadar urusan individu, melainkan tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius.

Saatnya Mengubah Kebiasaan Sebelum Terlambat

Dominasi Indonesia dalam daftar negara dengan penyandang diabetes terbanyak di Asia Tenggara seharusnya menjadi peringatan keras. 

Baca Juga: Bukan Sekadar Ibadah, Puasa Ramadan Bisa Jadi Momentum Menjaga Gula Darah dan Mencegah Diabetes

Pola makan tinggi gula, minim olahraga, kurang tidur, serta tekanan hidup yang terus meningkat perlahan membentuk "bom waktu" bagi kesehatan masyarakat.

Tanpa perubahan gaya hidup dan upaya pencegahan sejak dini, angka penderita diabetes diperkirakan akan terus meningkat. 

Ironisnya, banyak kasus sebenarnya dapat dicegah melalui kebiasaan sederhana: mengatur pola makan, rutin bergerak, menjaga berat badan ideal, tidur cukup, dan mengendalikan stres sebelum penyakit ini mengambil alih kualitas hidup. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#diabetes #International Diabetes Federation #gaya hidup #idf