RADARTUBAN - Gaya hidup modern yang semakin lekat dengan penggunaan gawai menyebabkan rusaknya fungsi indra penglihatan, seiring dengan munculnya fenomena gangguan kesehatan mata di tengah masyarakat.
Penjelasan mendalam mengenai ancaman terhadap fungsi indra penglihatan ini diselaraskan dengan tren paparan layar digital berkepanjangan serta minimnya proteksi fisik pada organ mata.
Kondisi tersebut kian memprihatinkan sebab penurunan fungsi indra penglihatan sering kali berakar dari perilaku harian yang dianggap sepele dan diabaikan oleh masyarakat.
Baca Juga: Tingginya Frekuensi Penggunaan Gawai Picu Banyaknya Gangguan Penglihatan Anak
Kebiasaan Mengucek itu Merusak Mata
Spesialis mata dr. Fatrin Patrycia Salim, Sp.M melalui ulasan di tayangan YouTube DRV Channel merinci sedikitnya ada lima kebiasaan harian yang berpotensi merusak kesehatan mata.
Salah satu perilaku yang paling dominan dilakukan masyarakat adalah menggosok atau mengucek organ mata secara berlebihan saat timbul rasa gatal.
Tindakan mengucek mata secara terus-menerus pada orang dengan kondisi tertentu diduga kuat dapat meningkatkan risiko perubahan bentuk kornea yang dikenal sebagai keratoconus.
Dokter Fatrin menyarankan agar masyarakat tidak langsung mengucek mata ketika terasa gatal, melainkan mencari tahu akar pemicunya agar dapat ditangani dengan aman.
Kelelahan Mata Akibat Layar dan Pencahayaan Buruk
Selain tindakan fisik mengucek mata, paparan layar perangkat elektronik seperti komputer dan laptop dalam durasi panjang tanpa jeda istirahat menjadi ancaman serius berikutnya.
Masalah kelelahan mata akibat gaya hidup modern ini kerap diperburuk oleh kebiasaan mengoperasikan ponsel di dalam ruangan gelap atau dengan pencahayaan yang amat minim.
Paparan cahaya gawai di tempat redup memaksa otot-otot mata bekerja jauh lebih keras dari batas normal.
Dampaknya, organ penglihatan akan cepat mengalami tegang, iritasi, hingga rasa kering yang mengganggu kenyamanan.
Penggunaan Obat Tetes Sembarangan dan Minim APD
Ancaman lain yang tidak kalah berbahaya adalah kebiasaan membeli dan menggunakan obat tetes mata secara sembarangan tanpa resep atau konsultasi medis.
Penggunaan obat tetes yang tidak tepat sasaran berisiko menyamarkan gejala penyakit fatal serta berpotensi menimbulkan efek samping yang merugikan fungsi mata.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) khusus mata juga dinilai masih sangat rendah.
Banyak pekerja di lingkungan berisiko tinggi seperti bengkel dan area konstruksi, serta pelaku olahraga ekstrem, yang enggan mengenakan kacamata pelindung.
Kondisi yang Tidak Boleh Diabaikan
Masyarakat diimbau untuk peka terhadap sinyal-sinyal darurat yang ditunjukkan oleh organ penglihatan.
Beberapa tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan antara lain mata merah yang tak kunjung membaik, rasa nyeri hebat, kilatan cahaya mendadak, hingga penurunan ketajaman penglihatan secara tiba-tiba.
Apabila indikasi tersebut muncul, penanganan mandiri harus dihentikan dan pasien disarankan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Cara Mudah Menjaga Kebugaran Mata
Pemeliharaan kesehatan indra penglihatan pada dasarnya tidak membutuhkan prosedur yang rumit, melainkan kedisiplinan dalam mengubah perilaku harian.
Langkah preventif dapat dimulai dengan menerapkan pola istirahat berkala saat bekerja di depan layar (screen time), memastikan intensitas cahaya ruangan cukup, serta menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area wajah.
Langkah-langkah kecil ini menjadi investasi krusial demi mempertahankan kualitas penglihatan yang jernih hingga usia lanjut. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari