Padahal Sama-Sama Bagian Tubuh, Mengapa Kedokteran Gigi dan Umum Dipisah? Ini Alasannya!

Rosiana Dwi Ramadhani • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:07 WIB
Perbandingan visual antara ranah pelayanan kedokteran gigi dan kedokteran umum. (Tangkapan Layar YouTube Kok Bisa?)
Perbandingan visual antara ranah pelayanan kedokteran gigi dan kedokteran umum. (Tangkapan Layar YouTube Kok Bisa?)

RADARTUBAN - Ketika seseorang mengalami keluhan kesehatan seperti demam atau sakit kepala, dokter umum menjadi tujuan utama untuk berobat.

Namun, ketika masalah kesehatan melanda area mulut dan gigi, pasien diwajibkan mendatangi dokter gigi. Padahal, gigi dan mulut merupakan bagian tak terpisahkan dari anatomi tubuh manusia.

Pemisahan ini bukanlah tanpa alasan, melainkan hasil dari perkembangan sejarah panjang ilmu medis dunia.

Pemisahan profesi ini bermula dari dinamika Eropa pada Abad Pertengahan.

Pada era tersebut, dokter akademis hanya bertugas memeriksa pasien dan meresepkan obat-obatan, serta enggan melakukan tindakan pembedahan atau pencabutan gigi karena dianggap sebagai pekerjaan kotor. 

Baca Juga: Mie Ayam vs Sereal, Mana Sarapan yang Lebih Sehat? Ini Kata Dokter

Tugas operasional tindakan bedah awalnya dibantu oleh para biarawan yang bekerjasama dengan tukang cukur karena keahlian mereka menggunakan pisau kecil.

Ketika pihak gereja mengeluarkan larangan bagi para biarawan untuk menumpahkan darah, tanggung jawab penanganan masalah gigi sepenuhnya beralih ke tangan para tukang cukur.

Profesi ini kemudian berkembang menjadi "ahli bedah cukur" yang menangani berbagai tindakan fisik, mulai dari amputasi, pemecahan bisul, hingga pencabutan gigi.

Perkembangan ilmu anatomi di kemudian hari mendorong standarisasi pendidikan medis. Kendati demikian, ketika dua orang dokter berupaya memasukkan kurikulum perawatan gigi ke dalam jurusan kedokteran umum, gagasan tersebut ditolak oleh institusi akademis.

Perawatan gigi saat itu dinilai lebih mengandalkan keterampilan ketangkasan tangan ketimbang bobot teori ilmiah. Penolakan ini memicu pendirian sekolah khusus kedokteran gigi pertama yang secara resmi memisahkan jalurnya dari kedokteran umum.

​Menariknya, pendekatan berbeda terjadi di belahan dunia lain. Pada Era Keemasan Islam, penanganan gigi dan tubuh dikelola oleh para tabib secara terpadu tanpa pemisahan.

Begitu pula di India Kuno yang mengategorikan pengobatan gigi ke dalam ilmu bedah kepala dan leher, serta di Cina Kuno yang mengaitkan kesehatan gigi dengan organ dalam melalui pengobatan herbal dan akupunktur.

Baca Juga: Fenomena Childfree di Kalangan Gen Z Meningkat, Dokter Kandungan Ungkap 4 Faktor Utamanya

​"Pemisahan kedokteran gigi dan kedokteran umum berawal dari sejarah panjang, di mana ilmu bedah gigi dulunya ditangani ahli bedah cukur sebelum akhirnya berdiri sendiri melalui sekolah khusus," sebagaimana dijelaskan dalam tayangan edukasi saluran YouTube Kok Bisa?

Melalui rekam jejak sejarah tersebut, pembagian ranah kedokteran umum dan kedokteran gigi kini menjadi standar pelayanan medis modern guna memastikan kepakaran serta spesialisasi perawatan kesehatan masyarakat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
kesehatan dokter gigi dokter umum tubuh manusia