RADARTUBAN- Kuliner asinan buah belakangan ini sedang naik daun di media sosial.
Olahan buah segar yang dipadu dengan kuah pedas, asam, dan manis ini sukses menggoda selera banyak orang, terutama di tengah cuaca panas terik seperti saat ini.
Namun, di balik kesegarannya yang bikin ketagihan, apakah jajanan viral ini benar-benar aman dan sehat untuk tubuh?
Melalui edukasi medis yang dilansir dari kanal YouTube DRV Channel, dr. Andrea Feraldho, MSc (Nutrition), membeberkan fakta kesehatan mengenai konsumsi asinan buah tersebut.
Menurutnya, potongan buah seperti apel, jambu, mangga, dan nanas pada dasarnya sangat baik untuk tubuh. Buah-buahan tersebut kaya akan serat, vitamin C, serta enzim yang membantu sistem pencernaan.
Baca Juga: Dari Eksperimen Gagal Rusia hingga Lampu Buah Naga, Begini Listrik Mengubah Pertanian
Kendati demikian, meskipun bahan utamanya adalah buah yang menyehatkan, titik masalah utamanya justru terletak pada racikan kuahnya.
Kuah asinan biasanya dibuat dengan racikan gula, garam, cabai, dan cuka dalam jumlah yang cukup tinggi. Kombinasi inilah yang bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan atau terlalu sering.
Dalam penjelasannya, dr. Andrea mengingatkan beberapa kelompok orang yang menderita penyakit tertentu untuk ekstra hati-hati atau bahkan sebaiknya menghindari makanan ini:
Penderita Maag dan GERD: Rasa asam dari cuka dan sengatan pedas dari cabai dapat memicu asam lambung naik.
Dampaknya, penderita bisa merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa pahit di mulut, hingga perut kembung.
Penderita Hipertensi: Kandungan garam yang tergolong tinggi di dalam kuah asinan berisiko memicu lonjakan tekanan darah.
Penderita Diabetes: Kombinasi antara karbohidrat alami dari buah dan tambahan gula pasir pada kuah menciptakan racikan gula ganda. Hal ini berpotensi membuat kadar gula darah melonjak tajam.
Pemilik Lambung Sensitif: Makanan yang terlalu merangsang seperti pedas dan asam yang kuat bisa memicu rasa mual, begah, hingga nyeri perut.
Walaupun begitu, bukan berarti jajanan asinan sama sekali tidak boleh dinikmati.
Seperti yang dikutip dari penjelasan dr. Andrea, jajanan ini masih boleh dikonsumsi asal tahu batasnya. Kuncinya ada pada porsi dan frekuensi makan yang tidak berlebihan.
Guna meminimalkan risiko, dr. Andrea menyarankan untuk tidak meminum habis kuahnya, membatasi porsi makan, serta selalu mengimbanginya dengan konsumsi air putih yang cukup dan pola makan bergizi seimbang.
"Yang viral belum tentu buruk, tapi yang sehat pun bukan berarti boleh dikonsumsi tanpa batas," tutur dr. Andrea.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni