RADARTUBAN - Banyak orang mengira bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi setiap hari adalah kunci utama untuk menjaga tubuh tetap sehat dan kebal dari berbagai macam penyakit.
Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat karena tidak semua orang membutuhkan asupan tambahan dari suplemen, terlebih jika kebutuhan nutrisi harian mereka sebenarnya sudah terpenuhi dari makanan sehari-hari.
Hal tersebut dijelaskan secara mendalam oleh dr. Andrea melalui tayangan di kanal YouTube DRV Channel dengan tajuk "dr. Andrea| Jangan asal minum Vitamin C! 4 kondisi ini justru paling membutuhkannya".
Melalui video tersebut, ia mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan minum suplemen vitamin C tanpa memahami kondisi tubuh dan aturan dosis yang benar.
Baca Juga: Kenapa Vitamin IPI Murah tapi Merek Lain Mahal? Ini Rahasia Teknologi Penyerapan Nutrisi di Baliknya
Dalam pemaparannya, dr. Andrea menyebutkan bahwa vitamin C mempunyai fungsi vital bagi tubuh sebagai antioksidan, pembentuk kolagen, penjaga sistem imun, serta penunjang penyerapan zat besi dan penyembuhan luka.
Bagi orang dewasa yang sehat, kebutuhan harian vitamin C sebenarnya tergolong kecil, yaitu sekitar 75 miligram bagi perempuan dan 90 miligram bagi laki-laki.
Batas aman maksimal konsumsi harian adalah 2.000 miligram atau 2 gram yang dihitung dari total makanan serta suplemen.
Jika seseorang rutin mengonsumsi vitamin C dosis tinggi tanpa alasan medis yang jelas, risiko kesehatan seperti gangguan lambung berupa rasa perih dan mual hingga bahaya batu ginjal justru bisa mengintai tubuh.
Meskipun demikian, ada empat kelompok orang tertentu yang dinyatakan paling membutuhkan asupan vitamin C dalam jumlah lebih tinggi dibandingkan orang sehat biasa.
Kelompok pertama adalah perokok yang memerlukan tambahan 35 miligram per hari guna melawan radikal bebas dalam tubuh akibat rokok.
Kelompok kedua adalah mereka yang memiliki pola makan terbatas karena jarang makan buah dan sayur segar seperti brokoli, tomat, jeruk, kiwi, atau paprika.
Kelompok ketiga mencakup individu dengan masalah gangguan penyerapan nutrisi atau absorpsi di usus, yang kerap dialami para lansia.
Sedangkan kelompok keempat adalah ibu hamil dan menyusui yang memang mengalami peningkatan kebutuhan nutrisi harian secara alami.
"Kadang kesehatan itu enggak perlu mahal, tapi perlu dilakukan secara rutin dan konsisten. Dimulai dari hal-hal yang sederhana seperti makan sayur dan buah-buahan," tutur dr. Andrea.
Dalam video tersebut turut memberi pesan bahwa agar masyarakat senantiasa mengutamakan makanan bergizi seimbang serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah segar sebelum beralih ke suplemen tambahan.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni