RADARTUBAN - Berbagai keluhan fisik seperti nyeri pinggang, leher kaku, hingga bunyi pada sendi lutut sering kali dianggap sepele dan dimaklumi
Padahal, kondisi tersebut merupakan sinyal penting dari tubuh yang menunjukkan adanya instabilitas pada sistem muskuloskeletal.
Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Renate Parlene Marsaulina, seorang dokter yang juga praktisi kesehatan serta founder Serenate Studio, dalam siniar (podcast) Mom's Corner di kanal YouTube Nikita Willy Official.
Menurutnya, rasa sakit yang timbul di area tubuh tertentu tidak boleh diabaikan begitu saja dan memerlukan penanganan serta pengenalan pola gerak yang benar.
"Kalau kita ngomongin tentang women, apalagi wanita setelah melahirkan, ada perubahan adaptif di tubuh. Proses ini, keluar hormon namanya hormon relaksin yang tugasnya mempersiapkan tubuh wanita untuk proses melahirkan, di mana sendi-sendi tubuh diregangkan agar fleksibel," ujar dr. Renate.
Lebih lanjut, dr. Renate menjelaskan bahwa setelah masa kehamilan dan menyusui usai, hormon relaksin memang akan menurun, namun instabilitas pada sendi dan otot bisa menetap jika tidak diimbangi dengan olahraga yang tepat.
Kurangnya aktivitas fisik atau kebiasaan buruk dalam posisi duduk dan menggendong anak di satu sisi secara terus-menerus dapat memicu ketidakseimbangan otot (muscle imbalance) hingga masalah saraf terjepit.
Sebagai solusi pencegahan dan pemulihan, dr. Renate menyarankan agar masyarakat terutama para ibu baru mulai membiasakan diri melakukan latihan fisik yang berfokus pada penguatan otot-otot penyangga kecil (local muscles), seperti melalui latihan pernapasan (breathing exercise) dan pilates.
"Jadi memang harus introduce stability. Stability ini kita introduce-nya dengan olahraga. Kalau kita ngomongin otot, ada global muscles yang besar seperti bisep, dan juga ada local muscles yang kecil-kecil yang biasanya itu otot-otot penyangga, contohnya di tulang punggung kita seperti otot multifidus untuk stabilitas," jelas dr. Renate menjelaskan pentingnya fungsi otot penyangga.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terbiasa membiarkan rasa sakit berkepanjangan tanpa mengetahui akar permasalahannya.
Jika nyeri yang dirasakan sudah menjalar hingga ke ujung kaki atau disertai gejala klinis lain yang mengganggu aktivitas berat, dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis yang profesional guna mendapatkan diagnosis dan tindakan rehabilitasi medis yang tepat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni