RADARTUBAN-Kucing dikenal sebagai hewan yang cuek dan tidak mudah diatur. Meski demikian, tak sedikit kucing yang jadi penurut karena dilatih secara rutin. Kunci sukses melatihnya adalah konsisten dan kesabaran.
Terbukti, tak sedikit kucing yang jadi penurut karena dilatih secara rutin. Ingat, kucing termasuk hewan yang mudah teralihkan perhatiannya. Karena itu, dalam melatih diperlukan kreatif.
Dilansir dari alodokter.com, menerapkan cara melatih kucing yang tepat pun bisa membuatnya terhindar dari stres atau rasa takut karena merasa dipaksa. Tak hanya bermanfaat untuk kucing, melatih kucing juga bisa memperbaiki mood pemilik kucing. Ini karena tingkah kucing yang imut dan menggemaskan saat berlatih. Selain itu, latihan juga bisa menjadi cara untuk memperkuat ikatan batin (bonding) antara kucing dan pemiliknya.
Perlu diingkat, latihan tidak hanya dilakukan agar kucing kesayanganmu bisa melakukan trik menggemaskan, namun juga membentuk kebiasaan sehari-hari, seperti buang air besar dan pipis di litter box. Selain itu, latihan dapat membuat kucing bergerak aktif sehingga tubuhnya lebih sehat dan terhindar dari masalah kesehatan, seperti obesitas.
Untuk mendapatkan hasil maksimal, lebih baik memulai melatih kucing sejak masih kecil. Namun, kucing dewasa juga tetap bisa jadi penurut dengan beragam cara merawat kucing sebagai berikut:
1. Berikan snack
Kucing lebih termotivasi untuk mendengarkan ucapanmu atau melakukan trik bila diberi hadiah, misalnya makanan atau snack kesukaannya. Jadi, sediakanlah camilan kesukaan kucingmu saat melatihnya. Segera berikan snack setelah kucing berhasil melakukan perintahmu, ya.
2. Latih kucing sebelum jam makan
Cara melatih kucing yang cukup efektif adalah menentukan waktu yang tepat. Bila dilatih sebelum jam makan, kucing biasanya akan merespons lebih aktif terhadap perintahmu. Apalagi, kamu akan memberikan kucing snack atau makanan kesukaannya setelah dia berhasil melakukan sesuatu atau bersikap baik.
3. Latih dalam waktu yang singkat
Kucing punya rentang fokus yang pendek dan gampang bosan. Jadi, latih kucingmu dalam waktu yang singkat, maksimal 15 menit. Meski dilakukan sebentar, latihan untuk kucing perlu dilakukan sesering mungkin, bahkan sampai menjadi sebuah kebiasaan.
Kamu bisa melatihnya dengan durasi singkat, misalnya hanya 2–5 menit, tetapi lakukan setiap hari. Dengan begitu, kucing bisa lebih terbiasa dan sudah mengerti apa yang diajarkan padanya.
4. Berikan pujian
Kucing bisa memahami pujian yang kamu berikan dan ini bisa menjadi salah satu motivasi yang baik agar ia lebih semangat untuk dilatih. Saat dipuji, kucingmu akan tampak bahagia atau bahkan tersenyum dan merespons dengan mengeong pelan.
Pujian juga bisa menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kasih sayangmu dengan kucingmu. Jadi, jangan patah semangat dan terus berikan kucingmu pujian ketika ia berhasil melakukan perintahmu, ya.
5. Gunakan clicker
Kamu juga bisa melatih kucing dengan clicker, yaitu alat menyerupai remote yang bisa mengeluarkan suara. Bunyi dari clicker akan menjadi tanda bahwa kucing telah berhasil melakukan hal yang kamu ajarkan. Cara melatih kucing ini dikenal juga dengan istilah clicker training, dan harus dibarengi dengan snacks sebagai hadiah.
Bila kucing melakukan hal yang kamu ajarkan, bunyikan clicker. Setelah itu, berikan snacks kepadanya. Latihan dengan clicker training membuat kucing tahu bahwa dia akan diberikan snacks setiap mendengar bunyi clicker. Dengan begitu, kucing bisa fokus dan makin termotivasi saat latihan.
6. Hindari gangguan saat latihan
Cara melatih kucing yang cukup penting dilakukan adalah menghindari adanya gangguan, terutama suara bising. Agar kucing lebih fokus mendengarkanmu, pilihlah tempat yang tenang dan pastikan tidak ada orang lain yang mengganggu.
7. Jangan menghukum kucing
Meskipun kucingmu berbuat nakal, jangan langsung menghukumnya dengan membentak atau memukulnya, ya. Hukuman mungkin bisa membuat kucingmu berhenti nakal untuk sementara. Namun, memberi hukuman untuk kucing justru membuatnya takut, stres, atau bahkan depresi. Jika diperlakukan dengan kasar, kucing bahkan bisa balik merespons dengan menggigit dan mencakar.
Gunakan suara lembut dan buat suasana menyenangkan sebagai cara melatih kucing yang efektif. Kamu juga bisa mencegah kucing berbuat nakal dengan mengajarkannya untuk bermain di tempat khusus, seperti rumah pohon kucing (cat tree).
Setiap kucing punya karakter dan cara belajar yang berbeda-beda. Namun, kamu bisa melatihnya dengan mainan atau makanan kesukaannya. Beberapa kucing juga bisa saja butuh waktu lama untuk mengerti hal yang kamu ajarkan. Karena itu, konsisten dan sabar adalah kunci dari cara melatih kucing yang tidak kalah penting.
Selain menerapkan beragam cara melatih kucing di atas, kamu juga perlu merawat kucing dengan rutin memeriksakannya ke dokter agar kesehatannya terpantau. Bila sehat, kucing bisa aktif bermain serta latihan bersamamu.(ds)