RADARTUBAN-Proses bedah plastik bukanlah menggunakan plastik seperti anggapan sebagian masyarakat selama ini.
Bahan yang digunakan merupakan jaringan tubuh dari manusia atau implan.
Pencerahan tersebut disampaikan spesialis bedah plastik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Jakarta Erythrina Permata Sari menanggapi salahnya pemahaman sebagian masyarakat.
"Jadi kalau misalnya yang hilang adalah tulang, kita mengambil dari bagian tulang lain untuk dipindahkan ke bagian yang rusak," kata Erythrina dalam diskusi di Jakarta, Selasa (9/1) dikutip dari Antara.
Dia memaparkan tujuan pertama bedah plastik adalah mengonstruksi untuk memperbaiki atau menggantikan bagian tubuh yang hilang. Kedua untuk estetika atau kecantikan.
Dia menyampaikan bedah konstruksi bertujuan mengubah sesuatu yang abnormal. Misalnya kecacatan atau sebenarnya tidak cacat, namun diubah menjadi senormal mungkin.
‘’Kalau estetik itu memperbaiki yang sudah normal menjadi super normal, lebih cantik, tampan, harmonis, dan mudah dibentuk," ujar Erythrina.
Untuk rekonstruksi, kata dia, umumnya dokter spesialis bedah akan menggunakan jaringan tubuh dari pasien.
Namun, apabila tidak ada lagi jaringan yang dapat digunakan karena sudah rusak, dapat menggunakan implan.
Erythrina mencontohkan implan payudara atau hidung. Dia menyebut ada satu masa di mana pasien tersebut jaringannya sudah rusak, sehingga terpaksa menggunakan implan dari luar untuk diletakkan dalam tubuh.
‘’Tentunya implan ini diseleksi dengan benar agar sesuai dengan fungsi tubuh yang hilang," ucapnya.
Bedah plastik, lanjut dia, juga untuk memperbaiki bagian tubuh yang rusak akibat penyakit degeneratif, misalnya pasien kencing manis atau hipertensi dengan luka yang sulit disembuhkan.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri