Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Benarkah Daging yang Dibakar Dapat Memicu Kanker? Berikut Cara Mengurangi Risiko Agar Bisa Makan Daging Dengan Aman

Nadia Nafifin • Jumat, 27 Desember 2024 | 18:18 WIB
Ilustrasi daging saat dibakar
Ilustrasi daging saat dibakar

RADARTUBAN - Musim libur Nataru biasanya beberapa orang mengisi waktu libur mereka dengan bakar-bakaran, yang menjadi momen kebersamaan keluarga dan teman.

Kekhawatiran mengenai dampak kesehatan dari daging yang dibakar hingga hangus semakin meningkat. Benarkah proses pembakaran ini dapat memicu risiko kanker?

Tingkat risiko kanker akibat konsumsi daging yang dibakar dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis daging, teknik memasak, suhu dan lama pemasakan, serta faktor genetika setiap individu.

Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Heterocyclic Amines (HCAs) tertinggi ditemukan pada daging yang matang sempurna atau dibakar hingga gosong, seperti barbekyu atau flame broiling.

Robert Turesky, seorang ahli kanker dari University of Minnesota, menyebutkan bahwa genetika turut berperan dalam menentukan risiko kanker. Artinya, tidak semua orang yang mengonsumsi daging gosong memiliki tingkat risiko yang sama.

Meskipun sejumlah penelitian mengindikasikan adanya kaitan antara konsumsi daging bakar dengan risiko kanker, banyak studi lainnya gagal menemukan bukti hubungan yang signifikan.

Bahkan, penelitian pada hewan menggunakan dosis Heterocyclic Amines (HCAs) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) yang jauh lebih tinggi daripada yang dikonsumsi manusia dalam diet normal.

Cara mengurangi risiko kanker pada daging panggang.

Stephen Freedland dari Cedars-Sinai Medical Center menyarankan agar konsumsi daging bakar dilakukan dengan bijak. Beberapa langkah yang dapat mengurangi risiko adalah:
- Memanggang daging menggunakan aluminium foil.
- Merendam daging dalam bumbu rempah-rempah, yang dapat mengurangi pembentukan senyawa karsinogenik.
- Menghindari pembakaran hingga daging menjadi gosong.

Konsumsi daging yang dibakar hingga gosong memang dapat meningkatkan risiko kanker, namun tingkat risikonya jauh lebih kecil dibandingkan dengan bahaya dari kebiasaan seperti merokok atau mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Mengonsumsi daging bakar dalam porsi yang wajar dan menggunakan metode memasak yang lebih aman cenderung tidak memberikan dampak signifikan pada kesehatan. 

Jadi, menikmati steak atau burger bakar sesekali bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan pola makan dan menerapkan metode memasak yang lebih sehat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Heterocyclic Amines #nataru #HCAs #kanker #dibakar #daging