RADARTUBAN - Pada Selasa (8/4) lalu, sebuah akun di Instagram bernama @richkreator membagikan sebuah postingan tentang tiga kali kelahiran pada manusia.
Benarkah manusia mengalami 3 kali kelahiran? Faktanya, kelahiran ini bukanlah tentang reinkarnasi atau yang lainnya. Namun, ini tentang bagaimana manusia itu berkembang dalam berbagai aspek.
1. Biological-Self (Kelahiran Tubuh Fisik atau Jasmani)
Tentu ini menjadi yang pertama. Kelahiran pertama kita adalah biological-self, kita hadir ke dunia ini dengan tubuh fisik kita.
Menurut science, tubuh fisik manusia terdiri dari kurang lebih 50 triliun sel, dan setiap sel memiliki daya sebesar 1,4 volt.
Dengan demikian, ada 70 triliun energi yang masing-masing memiliki kecerdasan dan fungsi yang luar biasa.
Pada tahap kelahiran pertama, fokus kita ada pada kebutuhan dasar, seperti makan, minum, dan bertahan hidup.
Kita belum menyadari mengapa kita hidup dan apa tujuan kita di dunia ini.
2. Psychological-Self (Kelahiran Intelektual Akal atau Mental)
Di sini kita berpikir, bernalar, dan mengembangkan intelektual serta membangun mental dan kesadaran.
Kita mulai mengenal diri melalui pengalaman hidup, interaksi sosial, serta informasi-informasi dari lingkungan sekitar kita.
Dalam fase ini muncul dua respon yang bisa terjadi. Dua respon tersebut ialah fight (respon lawan) dan flight (respon lari).
Intelektual didesain untuk memisahkan atau membedakan.
Dalam fase ini bisa jadi kita sering terjebak dalam ego dan hawa nafsu dalam pikiran yang mendominasi sehingga kita sulit untuk mengenali diri sendiri.
Ketika ego dan nafsu sudah menguasai, maka keinginan-keinginan baru akan muncul dan semakin melekat ke hal-hal di luar diri kita.
Kita mungkin akan merasa sakit hati, kecewa, down, marah, sedih, bahkan takut.
Ciri fase psychological-self adalah masih ada banyak pertentangan dalam hidup (konflik) dan banyak penolakan dalam realita.
Namun, di fase ini kita akan belajar untuk meningkatkan level kesadaran akan diri sendiri menuju kelahiran ketiga.
3. Spiritual-Self
Inilah fase di mana kamu mulai melampaui kecerdasan intelektual (IQ) menuju kesadaran yang sesungguhnya. Hidup jadi mengalir dengan keberlimpahan dan keselarasan.
Spiritual-self ada di bagian paling dalam diri kita. Kita mulai sadar dengan tujuan hidup kita, apa tujuan kita diciptakan di dunia ini, apa visi misi kita.
Intinya, kita menyadari bahwa kita memiliki "peran" di Bumi ini.
Ketika kelahiran ketiga ini telah terjadi, maka kita akan menyadari bahwa manusia berasal dari sumber yang sama, yaitu Sang Pencipta.
Kita tidak lagi membeda-bedakan manusia dari statusnya, pekerjaannya, latar belakang ekonominya, bahkan bahasa dan budayanya.
Kita dapat menemukan arti kedamaian dan menjalani hidup dengan penuh makna yang dalam. Sudahkah kamu mengalami ketiganya? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni