RADARTUBAN - Tikus adalah hewan pengerat yang sering menjadi sumber gangguan di dalam rumah.
Mereka bisa merusak makanan, menggigit perabotan, serta meninggalkan bau tidak sedap dan kotoran. Lalu, bagaimana cara mengusirnya?
Sebagian besar pemilik rumah biasanya memilih metode instan seperti menggunakan racun atau perangkap tikus.
Namun, cara ini kerap menyisakan bangkai tikus yang sulit ditemukan dan menimbulkan bau tak sedap.
Sebagai alternatif yang lebih alami, Anda bisa memanfaatkan aroma yang tidak disukai tikus di area-area tertentu rumah.
Karena memiliki indra penciuman yang tajam, tikus akan merasa terganggu dengan bau menyengat dan cenderung menghindar.
Tikus akan cenderung menghindari aroma-aroma tertentu yang mengganggu penciumannya dan mencari jalan lain.
Berikut ini, berbagai aroma yang tidak disukai tikus, dikutip dari AZ Animals.
6 Aroma yang Tidak Disukai Tikus
1. Cabai Rawit
Cabai rawit, seperti halnya jenis cabai lain, menghasilkan aroma tajam yang menyengat, terutama dalam jumlah banyak. Selain itu, sensasi pedas dari cabai dapat menyebabkan iritasi pada hidung tikus.
Cabai dapat digunakan dalam bentuk cairan semprot atau bubuk, lalu diletakkan di area yang sering dilewati tikus atau tempat yang dicurigai sebagai sarangnya.
Namun, penting untuk memastikan lokasi penempatannya jauh dari jangkauan anggota keluarga, terutama anak-anak dan hewan peliharaan, demi alasan keamanan.
2. Kayu Manis
Meski aroma kayu manis tergolong lembut bagi manusia, bau khasnya ternyata cukup mengganggu indra penciuman tikus.
Untuk menggunakannya, celupkan kapas ke dalam minyak kayu manis murni, lalu tempatkan di jalur yang sering dilalui tikus. Bau tajam dari kayu manis dapat membuat tikus merasa tidak nyaman dan menghindari area tersebut.
3. Cengkih
Seperti kayu manis, cengkih termasuk rempah dengan aroma tajam yang tidak disukai tikus. Aromanya yang kuat dapat mengganggu sistem penciuman hewan pengerat ini.
Cengkih bisa digunakan dalam bentuk kering yang ditempatkan langsung di area rawan tikus, atau dicampur dengan minyak esensial—seperti minyak zaitun atau minyak kayu putih—untuk meningkatkan efektivitasnya. Letakkan campuran ini di sudut-sudut rumah atau celah yang sering dilalui tikus.
4. Minyak Peppermint
Minyak peppermint berasal dari ekstraksi daun dan bunga tanaman peppermint, dan dikenal ampuh sebagai pengusir tikus alami.
Aromanya yang tajam dan menyegarkan dapat mengganggu penciuman tikus, membuat mereka enggan mendekat. Untuk penggunaannya, cukup rendam bola kapas dengan minyak peppermint murni, lalu tempatkan di jalur yang biasa dilewati tikus atau area yang dicurigai sebagai sarang mereka.
5. Cuka Putih
Cuka putih dikenal dengan aroma tajam yang bisa mengganggu indera penciuman tikus, sehingga efektif untuk mengusir mereka.
Untuk penggunaannya, Anda bisa menyemprotkan cuka di area yang sering dilalui tikus atau merendam bola kapas dengan cuka dan meletakkannya di tempat yang strategis. Pastikan untuk menjauhkan cuka dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan demi keamanan.
6. Amonia
Amonia adalah bahan kimia dengan bau yang sangat menyengat, yang bisa mengganggu indera penciuman tikus dan membuat mereka menghindari area yang terpapar bau tersebut.
Aroma amonia mirip dengan bau urin kucing, yang merupakan salah satu predator alami tikus.
Saat menggunakan amonia, pastikan untuk menjaga jarak dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan untuk memastikan keamanannya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama