RADARTUBAN- Fenomena baru kembali mewarnai linimasa media sosial, khususnya TikTok, dengan hadirnya tren unik yang merefleksikan dinamika pertemanan di kalangan generasi Z.
Tren ini mengangkat 5 level persahabatan versi Gen Z yang menunjukkan tingkat kedekatan emosional antarindividu.
Mulai dari kenalan biasa hingga sosok yang telah diperkenalkan kepada keluarga.
Tren ini menjadi populer karena banyak pengguna merasa relate dengan tahapan hubungan yang dikemas secara ringan namun bermakna.
Tak hanya menggambarkan hubungan sosial sehari-hari, lima level ini juga mencerminkan situasi pertemanan masa kini seperti “friendship goals” hingga “situationship.”
Berikut adalah 5 level persahabatan versi Gen Z yang tengah menjadi perbincangan hangat:
Level 1: Teman Biasa
Tahapan awal ini menggambarkan relasi sosial yang masih sebatas formal.
Interaksi yang terjadi umumnya bersifat kasual, seperti menyapa saat bertemu atau saling menyukai unggahan di media sosial.
Pada tahap ini, belum ada keterikatan emosional atau kepercayaan yang mendalam.
Level 2: Teman Cerita
Pada level ini, hubungan pertemanan sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Kedua pihak mulai merasa nyaman berbagi kisah pribadi, termasuk pengalaman sehari-hari, keluh kesah, dan keresahan batin.
Meskipun belum melampaui batas pertemanan, tingkat keintiman emosional sudah mulai terbentuk.
Level 3: Teman Streak atau Api TikTok
Intensitas komunikasi menjadi lebih tinggi pada tahap ini. Salah satu ciri khasnya adalah kebiasaan bertukar video atau pesan secara konsisten setiap hari menggunakan fitur TikTok, seperti simbol api atau coretan.
Hubungan mungkin berlangsung secara digital, tetapi ikatan emosional bisa tumbuh pesat dari kebiasaan ini.
Level 4: Saling Mengungkapkan Perasaan
Level keempat merupakan transisi menuju hubungan yang lebih personal. Di sini, kedua individu mulai menyatakan perasaan cinta atau ketertarikan.
Meskipun belum tentu berada dalam hubungan resmi, keterbukaan ini mencerminkan adanya ikatan yang lebih serius dan mendalam.
Level 5: Sudah Dikenalkan ke Keluarga
Ini merupakan puncak dari hierarki persahabatan versi tren ini. Jika seseorang sudah diperkenalkan atau bahkan diceritakan kepada orang tua, khususnya ibu, hal tersebut menjadi indikator adanya hubungan yang istimewa dan berpotensi serius. Hanya individu yang benar-benar spesial yang bisa mencapai tahap ini.
Tren ini viral karena mampu mencerminkan dinamika relasi sosial yang banyak dialami oleh remaja dan dewasa muda saat ini.
Narasi yang sederhana namun menyentuh, serta visualisasi yang kreatif di TikTok, membuat tren ini mudah diterima dan cepat menyebar di kalangan pengguna.
Platform tersebut memang menjadi ruang yang ekspresif bagi Gen Z untuk membagikan pengalaman dan perspektif mereka terhadap hubungan sosial.
Melalui lima level ini, Gen Z tak hanya menunjukkan caranya membangun relasi, tetapi juga menandai bagaimana perkembangan emosi dan keterikatan sosial berperan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni