Kenapa Sulit Fokus? Jawabannya Ada di Cara Kita Mengonsumsi Konten

Cicik Nur Latifah • Dipublikasikan Senin, 11 Agustus 2025 | 19:05 WIB
Alasan pusing saat main ponsel di mobil.
Alasan pusing saat main ponsel di mobil.

RADARTUBAN - Di era digital, kita dikelilingi oleh berbagai hiburan seperti video, musik, podcast, dan notifikasi yang terus-menerus mengganggu.

Hal ini membuat otak terus terstimulasi, sehingga kemampuan fokus semakin menurun. Padahal, fokus adalah keterampilan penting yang kini semakin sulit dipertahankan.

Pergeseran Budaya: Dari Membaca ke Layar

Neil Postman dalam bukunya Amusing Ourselves to Death (1980) mengkritik pergeseran dari budaya baca ke televisi.

Dulu, orang terbiasa berpikir mendalam, seperti dalam debat Lincoln-Douglas (1858) yang berlangsung berjam-jam.

Namun, sejak televisi muncul, perhatian kita dipersingkat.

Contohnya, debat Kennedy-Nixon (1960) hanya berdurasi satu jam, di mana penampilan visual lebih diperhatikan daripada substansi.

Internet Memperburuk Konsentrasi

Jika televisi mengurangi fokus, internet membuatnya lebih parah. Platform seperti YouTube dan TikTok dirancang agar pengguna terus men-scroll tanpa henti.

Otak pun terbiasa menerima informasi instan, sehingga sulit berkonsentrasi dalam waktu lama.

Nicholas Carr dalam The Shallows menjelaskan bahwa otak manusia bersifat plastis—kebiasaan mengonsumsi konten cepat membuatnya gelisah dan sulit fokus.

Tips Melatih Kembali Fokus

1. Kurangi Ketergantungan pada Ponsel – Matikan notifikasi dan sisihkan waktu bebas gawai.

2. Konsumsi Konten yang Membutuhkan Konsentrasi – Tonton film panjang atau baca buku, tanpa gangguan.

3. Biasakan Diri dengan Kebosanan – Jalan-jalan tanpa ponsel, biarkan pikiran merenung.

Perusahaan teknologi sengaja merancang aplikasi agar kita kecanduan.

Bahkan pendiri Facebook dan Apple membatasi penggunaan gadget pada anak-anak mereka. Jika mereka sadar akan bahayanya, mengapa kita tidak?

Fokus adalah keterampilan yang bisa dilatih kembali. Mulailah dengan mengurangi distraksi dan memberi ruang bagi pikiran untuk berpikir jernih. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
musik fokus video layar digital