Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

7 Sifat Psikologis Pecinta Belanja Online, dari Efisiensi, Rasionalitas, Hingga Kenyamanan Emosional

Cicik Nur Latifah • Jumat, 22 Agustus 2025 | 19:10 WIB
Ilustrasi belanja online
Ilustrasi belanja online

RADARTUBAN- Dalam era digital, belanja online telah berubah dari tren menjadi bagian gaya hidup yang mencerminkan kepribadian seseorang.

Menurut perspektif psikologi, preferensi untuk berbelanja di dunia maya dibandingkan toko fisik dapat mengungkap sifat dan nilai hidup yang mendalam.

Pertama, mereka sangat menghargai efisiensi dan kepraktisan. Waktu dianggap sebagai aset berharga yang tidak boleh terbuang percuma untuk hal-hal seperti mencari parkir atau mengantri.

Kedua, mereka cenderung lebih rasional. Kemudahan dalam membandingkan harga, kualitas, dan ulasan produk secara instan mendorong pengambilan keputusan yang berbasis data dan logika, bukan sekadar emosi.

Ketiga, sifat introspektif dan mandiri sering kali terlihat. Banyak yang merasa lebih nyaman dengan interaksi digital dan kesendirian daripada harus berhadapan dengan keramaian dan interaksi sosial di toko.

Keempat, mereka sangat adaptif terhadap teknologi. Keterbukaan ini menunjukkan sikap openness to experience yaitu kesediaan untuk menerima inovasi baru yang diyakini dapat meningkatkan kualitas hidup.

Kelima, mereka menyukai kontrol dan kustomisasi. Kemampuan untuk mengatur sendiri proses belanja, dari filter pencarian hingga penggunaan promo, memberikan rasa kendali atas pengalaman pribadi mereka.

Keenam, mereka umumnya perhitungan secara finansial. Fitur wishlist dan notifikasi promo dimanfaatkan untuk merencanakan pembelian dengan lebih hemat dan hati-hati.

Terakhir, mereka sangat mengutamakan kenyamanan emosional. Belanja online dianggap dapat mengurangi stres karena tidak adanya tekanan dari sales, tatapan orang lain, atau suasana toko yang mungkin memicu kecemasan.

Pada intinya, pilihan belanja online lebih dari sekadar soal kemudahan; ia merupakan cerminan dari prioritas, kepribadian, dan cara seseorang dalam mengelola hidupnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gaya hidup #kepribadian #e-commerce #stres #teknologi #belanja online