Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

4 Nilai Hidup dalam Filosofi Jawa, Wani Ngalah Luhur Wekasane

Amaliya Syafithri • Rabu, 1 Oktober 2025 | 04:03 WIB
Ilustrasi Semar
Ilustrasi Semar

RADARTUBAN - Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata mengalah atau disuruh mengalah?

Kalah? Tidak. Mengalah bukan berarti kalah.

Terkadang, ada situasi yang mengharuskan kita untuk melakukannya.

Namun, ketahuilah, mengalah justru membuatmu terlihat sebagai orang yang berbudi, memiliki keluhuran dalam diri, sekaligus menyimbolkan sikap kedewasaan.

Ada satu filosofi Jawa yang relevan dengan hal ini, yaitu "Wani ngalah luhur wekasane". Artinya, berani mengalah maka akan berakhir dengan kemuliaan.

Selain itu, juga menjadi pertanda adanya kebijaksanaan sekaligus kedewasaan.

Menurut pitutur Jawa, orang yang berani mengalah biasanya lebih paham tentang persoalan dan dapat menjaga keharmonisan.

Orang yang mengalah memiliki tujuan, yaitu menjaga hati, menghindari konflik, dan tetap berpegang teguh pada kebenaran.

Perbedaan Kalah dengan Mengalah

Jangan menganggap bahwa kalah dan mengalah itu sama.

Kalah berarti menyerah tanpa daya, sedangkan mengalah adalah pilihan sadar yang diambil demi kebaikan bersama.

Orang yang mengalah tahu kapan harus menahan diri dan kapan kebenaran menemukan jalannya sendiri.

Biasanya, orang seperti ini dihormati.

Untuk bisa menerapkan filosofi "wani ngalah luhur wekasane" ini, kamu memerlukan 4 nilai untuk ditanamkan dalam diri kamu, yaitu :

1. Ikhlas, melepas ego tanpa dendam
2. Sabar, tidak mudah terpancing emosi
3. Jujur, tetap berpijak pada kebenaran
4. Kasih sayang, mengutamakan harmoni dan kedamaian

Sangat menarik bukan? Jadi, jika selama ini kamu mengalah untuk menjaga keharmonisan, maka kamu termasuk salah satu orang yang hebat.

Kamu mampu menahan diri dengan empat nilai luhur di dalamnya.

Ingat, mengalah bukan berarti kalah. (*/tia)

 

Editor : radar tuban digital
#kedewasaan #kebijaksanaan #Daya #filosofi #Mengalah #kebenaran #jawa #Berbudi #konflik #keharmonisan