Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rahasia Orang Tua Hebat: 7 Kebiasaan Penumbuh Percaya Diri Anak

Alifah Nurlias Tanti • Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:39 WIB
Ilustrasi orang tua dan anak.
Ilustrasi orang tua dan anak.

RADARTUBAN — Rasa percaya diri adalah pondasi penting yang membentuk siapa kita sebagai pribadi.

Percaya diri adalah salah satu hadiah terindah yang bisa dimiliki seorang anak.

Rasa percaya diri membentuk cara anak melihat dunia, bersikap terhadap orang lain, dan menghadapi tantangan hidup dengan kepala tegak.

Ketika anak tumbuh dengan rasa percaya diri, mereka akan menjadi pribadi dewasa yang yakin akan kemampuannya, berani mengambil keputusan bijak, dan terbuka menghadapi berbagai peluang baru tanpa rasa takut.

Di balik tumbuhnya anak yang percaya diri, ada peran besar orang tua yang tak terlihat.

Lewat dorongan penuh kasih, dukungan yang konsisten, dan contoh nyata dalam keseharian, mereka membantu anak membangun keteguhan hati sejak kecil.

Menurut English Jagran, ada tujuh kebiasaan sederhana, namun berdampak besar yang bisa diajarkan orang tua untuk membantu anak tumbuh dengan rasa percaya diri yang kuat.

1. Dorong pertanyaan
Ketika anak merasa aman untuk bertanya, mereka tumbuh dengan rasa ingin tahu yang sehat dan kepercayaan diri yang kuat.

Daripada mengabaikan pertanyaan mereka, rayakan rasa penasaran itu karena di sanalah mereka belajar mengekspresikan diri dan mengasah kemampuan berpikir untuk memecahkan masalah.

2. Puji usaha, bukan hanya hasil
Ketika kita mengapresiasi kerja keras anak-anak bukan hanya pencapaiannya kita mengajarkan bahwa ketekunan lebih berharga daripada kesempurnaan.

Ini membantu mereka membangun rasa percaya diri yang kokoh, bahkan saat menghadapi kegagalan.

Mereka belajar bahwa jatuh bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses tumbuh.

3. Model kepercayaan diri
Ketika kita berbicara dengan keyakinan, menunjukkan bahasa tubuh yang mantap, dan mengambil keputusan dengan percaya diri, anak-anak pun menyerap sikap itu secara alami.

Mereka belajar bahwa percaya diri bukan soal tahu segalanya, tapi soal berani melangkah dengan yakin.

4. Berikan tanggung jawab
Bukan sekadar menyelesaikan tugas, tapi merasakan bahwa mereka mampu, dibutuhkan, dan dipercaya.

Perasaan itu menumbuhkan harga diri yang kuat dan membuat mereka bangga akan peran kecil yang mereka jalankan.

5. Dorong pembicaraan diri yang positif
Ubah kata, ubah cara pandang. Saat anak berkata, “Aku tidak bisa,” bantu mereka menggantinya dengan, “Aku akan mencoba.”

Kalimat sederhana ini punya kekuatan besar. Afirmasi positif seperti ini membantu membentuk pola pikir yang lebih terbuka dan tangguh.

6. Mendukung passion
Ketika mereka menguasai hobi di luar sekolah, tumbuh pula keyakinan bahwa mereka bisa bersinar di berbagai bidang.

Bukan hanya nilai di rapor yang penting, tapi juga semangat dan kebanggaan dalam menjalani hal yang mereka cintai.

7. Menormalkan kesalahan
Saat anak-anak tahu bahwa salah itu wajar, mereka mulai melihatnya sebagai bagian dari proses belajar.

Bukan sesuatu yang memalukan, tapi batu loncatan menuju pemahaman yang lebih dalam.

Ketika mereka tak lagi takut gagal, keberanian untuk mencoba hal baru pun tumbuh.

Di sanalah kepercayaan diri mereka mulai mengakar kuat. (*/tia)

Editor : radar tuban digital
#keyakinan #Memalukan #hobi #orang tua #Kesalahan #afirmasi #perasaan #tumbuh #berpikir #ketekunan #percaya diri #tugas #Yakin #bertanya #anak