RADARTUBAN – Di tengah tuntutan karier yang makin kompetitif, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau work-life balance menjadi tantangan besar bagi banyak orang, terutama generasi milenial.
Hal itu disampaikan oleh penyanyi Muhammad Devirzha (Virzha) dalam podcast Dear Mekari di kanal YouTube Mekari.
Menurutnya, keseimbangan hidup bukan soal membagi waktu secara sama rata antara kerja dan kehidupan pribadi, melainkan bagaimana seseorang menyesuaikan ritme hidup sesuai kapasitas dan kebutuhannya.
“Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, kecuali uang,” ujar Virzha sambil tersenyum. “Yang penting kamu bahagia dan nggak sampai burnout.”
Virzha menegaskan bahwa indikator utama work-life balance adalah rasa puas dan terhindar dari kelelahan ekstrem.
Untuk itu, ada tiga pilar penting yang harus dijaga: tuntutan kerja, kebutuhan bersosialisasi, dan waktu pribadi (me time).
Menurut pelantun lagu Aku Lelakimu itu, me time bukan sekadar waktu luang, tapi momen penting untuk refleksi diri, pemulihan energi, dan menjaga kejernihan pikiran.
Tanpa itu, produktivitas kerja bisa turun drastis.
Selain me time, kemampuan mengatur waktu juga memegang peran penting.
Virzha menyarankan untuk membuat to-do list agar tugas terselesaikan tepat waktu tanpa harus mengorbankan kehidupan sosial atau pribadi.
Ketika beban pekerjaan terasa berat, Virzha punya trik sederhana: tulis semua beban pikiran di kertas.
Langkah ini, katanya, bisa membantu mengurai kekusutan mental dan memetakan prioritas agar stres tidak menumpuk.
“Kerja keras memang penting, tapi jangan lupa hidup juga perlu dinikmati. Bahagia itu pilihan, dan keseimbangan hidup adalah investasi terbaik buat diri sendiri,” tutupnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni