Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mitos Atau Fakta: Kebiasaan Menunda Jadi Penyebab Pikun? Ini Penjelasan Medis yang Perlu Dipahami

Bihan Mokodompit • Rabu, 19 November 2025 | 16:40 WIB
Ilustrasi orang pikun.
Ilustrasi orang pikun.

RADARTUBAN - Pertanyaan mengenai apakah prokrastinasi penyebab pikun kerap muncul di tengah masyarakat, terutama di era pekerjaan yang serba cepat dan penuh tekanan.

Pada dasarnya, prokrastinasi atau kebiasaan menunda bukan pemicu langsung demensia.

Namun, kebiasaan tersebut dapat memicu kondisi tertentu yang berdampak pada fungsi kognitif, termasuk risiko gangguan memori di kemudian hari.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa tekanan psikologis akibat stres kronis berulang bisa melemahkan area otak yang berperan dalam mengatur memori.

Dalam konteks kesehatan jangka panjang, hubungan antara prokrastinasi penyebab pikun memang bukan hubungan sebab-akibat yang berdiri sendiri.

Meski demikian, para ahli menilai bahwa rutinitas menunda pekerjaan dapat mengarah pada stres berlebih, kurang tidur, dan gaya hidup yang tidak stabil.

Faktor itu seluruhnya berperan dalam meningkatkan kemungkinan penurunan memori secara bertahap.

Prokrastinasi dan Stres yang Mengganggu Fungsi Kognitif

Baca Juga: Buah yang Meningkatkan Daya Ingat dan Mencegah Pikun Ternyata Harganya Murah dan Mudah Didapatkan

Sejumlah analisis kesehatan dari luar negeri menunjukkan bahwa ketika seseorang mengalami tekanan mental berkepanjangan, struktur otak yang bertugas mengolah informasi dapat mengalami hambatan.

Itulah sebabnya prokrastinasi penyebab pikun sering dibahas dalam konteks kesehatan mental dan bukan hanya soal produktivitas.

Dalam banyak kasus, stres kronis membuat tubuh mengeluarkan hormon yang berdampak pada fokus dan kemampuan mengingat.

Jika terjadi terus-menerus, efeknya bisa menyerupai gangguan memori jangka pendek.

Hal lain yang juga perlu dicermati adalah bagaimana kebiasaan menunda membuat otak kurang terstimulasi.

Ketika otak jarang digunakan untuk memecahkan masalah, kerja memori menjadi kurang optimal.

Pada sebagian orang, penurunan ini muncul dalam bentuk mudah lupa atau sulit berkonsentrasi.

Membangun Kebiasaan Sehat untuk Mencegah Penurunan Memori

Meskipun tidak ada bukti medis yang menyatakan prokrastinasi penyebab pikun secara langsung, para pakar sepakat bahwa kebiasaan tersebut bisa memperburuk faktor risiko.

Mengatur pola tidur, menghindari stres kronis, dan menjaga aktivitas otak merupakan langkah yang direkomendasikan untuk meminimalkan risiko gangguan memori.

Rutinitas sederhana, seperti membaca, berdiskusi, atau melakukan perencanaan harian dapat membantu menjaga otak tetap aktif.

Bagi masyarakat dengan beban kerja tinggi, mengurangi kebiasaan menunda adalah upaya penting untuk menjaga kesehatan mental dan kognitif.

Dengan manajemen waktu yang lebih teratur, potensi risiko penurunan memori dapat ditekan. (*/lia)

Editor : radar tuban digital
#pikun #memori #kesehatan #kognitif #prokastinasi #Tekanan mental #produktivitas #rutinitas sederhana #stres berlebih #pekerjaan #gangguan